Nasional

KPK Ajak Civitas Academika Konsen terhadap Pemberantasan Korupsi

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengajak civitas academica memiliki konsen terhadap pemberantasan korupsi, karena dampak korupsi juga dirasakan oleh mahasiswa baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Dana yang dikucurkan oleh pemerintah untuk pendidikan tinggi cukup besar. Kalau tidak diawasi dengan baik, dana tersebut disalahgunakan. Dan, yang jadi korban mahasiswa juga,” ujar Alex dalam kuliah umum bertajuk “Pembangunan Budaya Integritas Melalui Pendidikan Antikorupsi” di Universitas Udayana (Unud), Sanglah, Denpasar, Bali, Selasa (5/10/2021).

Alex memberikan contoh, bagaimana dana pengadaan alat laboratorium dapat dikorupsi. Yang seharusnya dapat dibelikan alat yang bagus, sambungnya, karena korupsi dibelikan yang kualitasnya lebih rendah atau akurasinya tidak baik. Maka, kata Alex, yang dirugikan sesungguhnya adalah mahasiswa.

Di hadapan lebih dari 800 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dekan, dan tenaga pengajar Unud yang mengikuti baik secara daring maupun luring, Alex menjelaskan bahwa korupsi masih dipahami sebagian pihak sebagai perbuatan yang merugikan keuangan negara saja. Padahal, katanya, banyak perbuatan koruptif lain yang tidak selalu merugikan keuangan negara tetapi juga termasuk korupsi yang dampaknya dirasakan semua pihak.

Di sisi lain, Alex menyebutkan pemahaman masyarakat terhadap antikorupsi cenderung mengalami peningkatan.

Mengutip hasil survey perilaku antikorupsi Badan Pusat Statistik (BPS), dia mengatakan bahwa terjadi kenaikan skor dari tahun ke tahun. Artinya, kata Alex, perilaku antikorupsi masyarakat di Indonesia sudah baik. Walaupun, masih ada sejumlah masyarakat yang masih memberikan sesuatu setelah memperoleh pelayanan publik, baik secara sukarela maupun tidak.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button