Nasional

Dirjenpas: Penanganan Overcrowding dan Narkotika di Lapas Menjadi Tanggung Jawab Bersama APH

INDOPOSCO.ID – Penanganan dan pengungkapan peredaran narkotika di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan Negara (Rutan) bukan hanya menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas).

Persoalan overcrowding hingga penanganan narkotika perlu dipikul bersama oleh seluruh elemen pemerintah, Aparat Penegak Hukum (APH) hingga masyarakat.

Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard Silitonga, dalam Diskusi Terfokus Tantangan dan Peluang Sistem Pemasyarakatan dalam Mengatasi Peredaran Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara virtual oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN)/Bappenas, Kamis (17/6).

“Saya ingin sampaikan, Ditjenpas sampai saat ini telah melaksanakan berbagai upaya penanganan terkait overcrowding dan narkotika di dalam Lapas maupun Rutan. Mulai dari pemindahan narapidana ke Nusakambangan, deteksi dini, sinergi dengan para stakeholder, serta yang paling penting dan selalu saya tekankan adalah berantas narkoba,” tegas Reynhard melalui keterangan diterima indoposco.id, Kamis (17/6/2021).

Dirjenpas juga menyampaikan bagaimana kondisi penghuni di Lapas/Rutan di Indonesia saat ini yang mencapai 268 ribu narapidana. Dari jumlah tersebut, mayoritas penghuni Lapas/Rutan ini diisi oleh narapidana tindak pidana narkotika.

“Saya katakan, mungkin tiga atau empat tahun ke depan jika tidak ada langkah strategis dari para penegak hukum, saya pastikan seluruh Lapas/Rutan akan penuh dengan narapidana narkotika,” ujar mantan Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham ini.

Lebih lanjut, Reynhard kembali menegaskan bahwa Ditjenpas berupaya untuk selalu membuka informasi terkait penanganan overcrowding dan siap bekerja sama dengan stakeholder dalam rangka mengungkap peredaran narkotika di Lapas/Rutan.

Selain itu, Ditjenpas juga memberikan rekomendasi berupa rehabilitasi serta asesmen bagi narapidana dalam rangka mereduksi jumlah penyalahguna narkotika di Lapas/Rutan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button