• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Kerabat Pejuang Ukraina yang Dievakuasi dari Azovstal Cari Kabar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 31 Mei 2022 - 13:37
in Internasional
Tentara Ukraina

Tentara Ukraina, yang menyerahkan diri di pabrik baja Azovstal yang terkepung di Mariupol selama konflik Ukraina-Rusia, duduk di dalam sebuah bus saat kedatangan mereka yang dikawal militer pro Rusia di pemukiman Olenivka di Donetsk, Ukraina, Jumat (20/5/2022). Antara Foto/Reuters/Alexander Ermochenko/WSJ/cfo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kerabat para pejuang Ukraina yang tinggal selama berminggu-minggu di pabrik baja Azovstal yang terkepung mengatakan pada Senin (30/5), mereka tidak menerima berita tentang keberadaan orang yang mereka cintai.

Sejak para pejuang itu dievakuasi ke daerah Ukraina yang dikuasai Rusia, tak ada kabar tentang mereka.

BacaJuga:

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Ketidakpastian menyelimuti nasib ratusan pejuang itu, sebagian besar dari batalyon Azov, yang ditahan Rusia pada pertengahan Mei.

Baca Juga : Uni Eropa Janjikan Dukung Ukraina, Tapi Sanksi Baru Rusia Tidak Siap

Para pejuang tersebut pada dasarnya diperintahkan untuk menyerahkan diri ketika pasukan Rusia menggempur pabrik dan kota terdekat Mariupol di Ukraina selatan.

Para kerabat pejuang itu, semuanya perempuan, mengatakan mereka telah membentuk Dewan Istri dan Ibu, untuk memastikan para pejuang diperlakukan sesuai dengan Konvensi Jenewa tentang tawanan perang.

“Kami diminta untuk tetap diam agar tidak memperburuk keadaan,” kata Tetyana Horko, saudara perempuan komandan marinir Serhiy Horko, dalam konferensi pers.

“Tapi orang tidak boleh berpikir bahwa kisah pahlawan Azovstal sudah berakhir. Mereka membutuhkan dukungan, mereka perlu dibawa pulang,” demikian dilansir Antara, Selasa (31/5).

Sandra Krotevich, saudara perempuan wakil komandan pertama resimen Azov, Bohdan Krotevich, mengatakan bahwa kerabat tidak tahu apa yang terjadi pada para pejuang yang ditahan.

“Di mana mereka, apa yang terjadi pada mereka, dalam kondisi apa mereka, kami tidak tahu,” kata Krotevich.

“Kami sangat berharap Rusia memperlakukan mereka sesuai dengan Konvensi Jenewa, sesuai dengan hukum internasional seperti Ukraina memperlakukan tawanan perang Rusia,” lanjutnya.

Natalia Zarytska, istri seorang prajurit resimen Azov, mengatakan dia telah dihubungi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC), yang membantu mengawasi evakuasi massal.

“Saya diberi tahu sudah ada daftar bahwa dia meninggalkan pabrik Azovstal tapi pertanyaan saya –apakah dia masih hidup, dalam kondisi apa dia, di mana mereka dibawa– tak satu pun dijawab,” ucap Zarytska.

Dia mengatakan dia melihat sedikit bukti aktivitas ICRC, tapi menambahkan dia ingin perwakilannya hadir bersama para pejuang itu “untuk memastikan Konvensi Jenewa dipatuhi,” sambungnya.

Pihak-pihak berwenang Ukraina mengatakan mereka mengharapkan para pejuang itu menjadi bagian dari pertukaran dengan tawanan perang Ukraina.

Beberapa politisi Rusia telah menyarankan para pejuang Azov, bagian dari milisi sayap kanan sebelum dimasukkan ke dalam Garda Nasional Ukraina pada tahun 2014, harus diadili.

Para pejuang itu telah bersumpah untuk tidak pernah menyerah kepada pasukan Rusia, yang menggempur pabrik dan jaringan terowongan di bawahnya.

Tapi, pihak berwenang pada dasarnya memerintahkan mereka untuk menyerah, dengan mengatakan bahwa misi mereka membela Ukraina telah selesai.

Sebelum para pejuang menyerah, ada ratusan warga sipil yang bersembunyi di lantai bawah tanah bersama mereka.(mg2)

Sumber: Reuters

Tags: perangRusiaukraina

Berita Terkait.

Trump
Internasional

Klaim Sepakat dengan Iran, Trump Batal Lancarkan Serangan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:50
Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada
Internasional

Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Minta WNI Tetap Waspada

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:19
Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina
Internasional

Terima Kunjungan Dubes Palestina, Presiden PKS Almuzzammil Yusuf Sampaikan Putusan MMS Tentang Dukungan Palestina

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:15
SB
Internasional

Swiss-Belhotel International Perluas Portofolio di Bali dengan Soft Opening Resor Ashva Swiss-belresort Ubud

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:25
Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?
Internasional

Candaan Trump untuk Timnas Inggris: Harry Kane Kok Malah Jadi Pemain Bertahan?

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:04
Sugiono
Internasional

Sempat Dikritik Dino Patti Djalal, Pemerintah Akhirnya Utus Menlu ke Pemakaman Ali Khamenei

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:41

BERITA POPULER

  • Jasad

    Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2105 shares
    Share 842 Tweet 526
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2394 shares
    Share 958 Tweet 599
  • Mutasi Besar Polri: 146 Perwira Pati dan Pamen Berganti Jabatan

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Blak-blakan Soal Keputusannya Gabung Persib, Mariano Peralta Tegaskan Hal Ini

    1082 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Pekan Depan Emas Masih Berpotensi Bergejolak, Ini Kisaran Harga yang Diprediksi

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.