INDOPOSCO.ID – China telah menyatakan keprihatinannya atas penyitaan terhadap kapal kargo berbendera Iran oleh Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
“Situasi di Selat Hormuz sensitif dan rumit,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (20/4/2026).
China mendesak semua pihak untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata dengan cara yang bertanggung jawab.
“Pihak-pihak yang terlibat harus menghindari eskalasi lebih lanjut dan menciptakan kondisi yang diperlukan untuk melanjutkan transit normal melalui Selat Hormuz,” ujarnya.
Pasukan Marinir AS mencegat dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran dalam sebuah operasi taktis di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat.
“Kapal Touska dicegat oleh USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu, saat berusaha berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran,” ujar Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) seperti dilansir dari Sky News, Senin (20/4/2026).
Pasukan AS sempat mengeluarkan beberapa peringatan kepada kapal tersebut selama enam jam.
USS Spruance kemudian memerintahkan awak kapal kargo untuk mengevakuasi ruang mesin karena mereka mengabaikan perintah yang diberikan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke area tersebut. Setelah itu, sejumlah Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 dilaporkan melakukan penggeledahan dengan menaiki kapal tersebut.
“Pasukan AS bertindak dengan cara yang terencana, profesional, dan proporsional untuk memastikan kepatuhan,” klaim CENTCOM. (dan)










