INDOPOSCO.ID – Sebanyak 13 anak buah kapal (ABK) asal Indonesia dilaporkan telantar tanpa kejelasan jadwal pemulangan di Baku, Azerbaijan. Indonesian Fisherman Association (INFISA) mendesak pemerintah segera turun tangan guna menyelamatkan para pelaut tersebut.
Sekjen INFISA Muchlisin mengatakan, situasi tertahannya para pelaut ini menempatkan mereka pada ketidakpastian hukum, sosial, dan ekonomi yang berlarut-larut.
“Evakuasi dari wilayah konflik hanyalah langkah awal. Tanggung jawab negara tidak boleh berhenti di tengah jalan. Perlindungan warga negara harus tuntas, bukan sebagian,” kata Muchlisin dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Pemerintah memang telah berhasil memulangkan 45 WNI dari Iran secara bertahap baru-baru ini. Namun, INFISA mengingatkan bahwa keberhasilan memulangkan sebagian kelompok tidak boleh melunakkan komitmen negara, untuk menjemput sisa warga negara yang masih menunggu bantuan.
“Tidak boleh ada satu pun WNI yang tertinggal. Kami menuntut komitmen penuh dari pemerintah untuk menuntaskan proses ini hingga seluruhnya tiba di tanah air dengan selamat. Pulangkan 13 ABK Indonesia sekarang juga,” ujar Muchlisin.
Pihaknya melaporkan kendala administratif terkait desakan biaya tiket kepada pihak manning agency oleh jajaran Perhubungan Laut. Hal ini dinilai kurang tepat mengingat pemilik kapal dalam kondisi tidak mampu secara finansial akibat dampak langsung perang di Timur Tengah.
Oleh karena itu, pihaknya menuntut pemerintah, khususnya melalui otoritas terkait, untuk tidak lagi menunda-nunda dan segera menetapkan jadwal keberangkatan repatriasi yang konkret bagi 13 ABK.
“Penundaan ini adalah bentuk penyanderaan birokrasi terhadap warga negara yang sudah berada di wilayah transit dan sangat membutuhkan kehadiran negara secara nyata,” ucap Muchlisin. (dan)










