INDOPOSCO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah menyiapkan rencana kontinjensi bagi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon, menyusul masifnya serangan Israel ke wilayah tersebut sejak beberapa hari terakhir.
“Tentunya KBRI terus memantau apabila sewaktu-waktu kondisi semakin memburuk, contingency plan tetap disiapkan,” kata Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah di Jakarta dikutip Jumat (17/4/2026).
Kemlu menyatakan bahwa KBRI di Lebanon masih terus melakukan pemantauan terhadap warga negara Indonesia seiring dengan eskalasi serangan Israel ke wilayah tersebut.
“Memang Israel terus menyerang Lebanon dan tentunya KBRI kita di Lebanon terus memantau keberadaan WNI kita,” tutur Heni Hamidah.
Pemerintah melaporkan terdapat 934 WNI di Lebanon saat ini, dengan 756 orang di antaranya adalah anggota TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian (UNIFIL).
Sementara itu, sebagian WNI lainnya merupakan pelajar dan pekerja migran. “Jadi yang sipil ini ada 178 orang, terdiri dari pelajar, PMI (Pekerja Migran Indonesia), dan WNI yang menikah dengan warga sqetempat,” ujar Heni Hamidah.
Ia menambahkan, pihak KBRI memastikan pemantauan terhadap kondisi dan keberadaan WNI di Lebanon terus dilakukan melalui komunikasi rutin di tengah situasi yang berkembang.
“Sampai saat ini dapat dikonfirmasikan bahwa seluruh WNI yang berada di Lebanon dalam keadaan aman,” imbuhnya.
Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Lebanon pada 8 April 2026, tepat saat Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 254 hingga 357 orang dalam satu hari di berbagai wilayah Lebanon, termasuk Beirut. (dan)










