INDOPOSCO.ID – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memandang China sebagai mitra strategis yang mampu menengahi konflik besar dunia. Termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah dan perang di Ukraina.
“Saya merasa sangat sulit untuk menemukan pihak lain, selain China, yang dapat menyelesaikan situasi yang terjadi di Iran dan Selat Hormuz,” kata Sanchez usai bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing seperti dilansir dari Sky News, Selasa (14/4/2026).
Hal itu signifikan karena menunjukkan bahwa Sanchez mengakui peran strategis China dalam penyelesaian perang, di tengah statusnya sebagai rival utama Amerika Serikat secara global.
“Kita membutuhkan China untuk menyelesaikan perang di Iran,” jelas Sanchez. Langkah ini akan memperkuat upaya Beijing untuk memposisikan diri sebagai mediator perdamaian di kawasan tersebut.
Ketegangan di Selat Hormuz mencapai tingkat kritis setelah Amerika Serikat (AS) mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada 13 April 2026. Langkah itu diambil menyusul kegagalan perundingan damai terkait perang yang telah berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya akan mulai mencegat semua kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan negara tersebut di Teluk Arab dan Teluk Oman. Langkah itu diambil sesuai instruksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat bakal memblokade Selat Hormuz, jalur pelayaran global yang kritis akibat buntunya kesepakatan damai dengan Iran.
“Blokade akan diberlakukan secara adil terhadap kapal-kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman,” celetuk Trump terpisah seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (13/4/2026). (dan)










