INDOPOSCO.ID – Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, bahwa ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan memengaruhi keputusan Iran untuk melanjutkan perundingan.
Ia menilai Trump berusaha menekan Iran agar hasil perundingan sesuai dengan kehendak AS semata, seraya mengabaikan poin-poin tuntutan yang diajukan Teheran.
“Trump, dengan memaksakan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri-menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan perang baru,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam akun X pribadinya @mb_ghalibaf seperti dilansir dari Sky News, Selasa (21/4/2026).
Pihaknya menegaskan tidak akan tunduk pada negosiasi yang mengancam dan kini telah bersiap meluncurkan taktik baru di medan perang setelah persiapan selama dua pekan terakhir.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang,” ujar Ghalibaf.
Pasukan Marinir AS mencegat dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran dalam sebuah operasi taktis di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026) waktu setempat. Hal itu dilakukan menjelang rencana perundingan damai di Islamabad, Pakistan, Senin (20/4/2026).
“Kapal Touska dicegat oleh USS Spruance, sebuah kapal perusak rudal berpemandu, saat berusaha berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran,” ujar Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) seperti dilansir dari Sky News, Senin (20/4/2026).
Pasukan AS sempat mengeluarkan beberapa peringatan kepada kapal tersebut selama enam jam. USS Spruance kemudian memerintahkan awak kapal kargo untuk mengevakuasi ruang mesin karena mereka mengabaikan perintah yang diberikan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke area tersebut. (dan)











