INDOPOSCO.ID – Rusia mendorong kelanjutan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran guna meredam dampak negatif terhadap ekonomi global serta stabilitas di Timur Tengah. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, pada Senin (20/4/2026).
“Kita dapat melihat bahwa situasi di Teluk tetap rapuh dan tidak dapat diprediksi. Kami berharap proses negosiasi akan berlanjut dan kami dapat menghindari eskalasi lebih lanjut menuju skenario militer,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dilansir dari Al Jazeera, Senin (20/4/2026).
Rusia menyampaikan komitmennya untuk membantu proses negosiasi AS-Iran guna mencapai titik temu, sekalipun posisi mereka saat ini bukanlah sebagai penengah formal dalam dialog tersebut.
“Rusia saat ini bukan mediator dalam proses negosiasi, tetapi kami siap memberikan bantuan apa pun untuk memfasilitasi penyelesaian damai dan membantu mencapai kesepakatan,” ujar Dmitry Peskov.
Pemerintah Iran secara resmi menolak tawaran putaran kedua pembicaraan damai dengan Amerika Serikat yang sedianya difasilitasi oleh Pakistan pada Senin (20/4/2026).
Berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Iran, Islamic Republic News Agency menyatakan bahwa ketidakhadiran Teheran dalam pembicaraan tersebut disebabkan oleh tuntutan berlebihan dari Washington, harapan yang tidak realistis, perubahan sikap terus-menerus, kontradiksi berulang, dan blokade laut yang masih berlangsung.
“Iran telah menolak untuk menggelar putaran kedua pembicaraan damai dengan AS,” jelas laporan IRNA terpisah seperti dilansir dari Sky News, Senin (20/4/2026).
Hal itu muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, putaran baru perundingan akan berlangsung. Wakil Presiden AS JD Vance termasuk dalam delegasi yang dijadwalkan tiba di Pakistan hari ini.
Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa ia akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan Iran jika negara tersebut gagal menyetujui kesepakatan damai. Diketahui perundingan damai pertama telah dilakukan di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/4/2026), namun tidak mencapai kesepakatan. (dan)










