INDOPOSCO.ID – Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam Iran karena dianggap menjadikan negaranya sebagai proksi dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, di tengah krisis multidimensi yang melanda Lebanon.
Berdasarkan laporan Sky News, Joseph Aoun juga menyoroti Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) yang menjadikan negaranya sebagai alat tawar dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Mereka menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mereka dengan AS,” kata Joseph Aoun seperti dilansir dari Sky News, Sabtu (6/6/2026).
Berbicara di Istana Kepresidenan di Beirut, Aoun mengatakan rakyat Lebanon sudah muak dengan perang antara Israel dan milisi Hizbullah yang didukung Iran.
Israel dan Lebanon telah menyetujui gencatan senjata, tetapi persyaratannya harus disetujui oleh Hizbullah. Milisi tersebut menolak perjanjian itu, dan menuntut pasukan Israel untuk mundur dari wilayah Lebanon yang luas yang mereka duduki.
“Anda (Iran) tidak berusaha membantu kami dan bahwa rakyat Lebanon yang menanggung akibatnya,” ucap Aoun.
Iran memang sempat menangguhkan seluruh jalur negosiasi tidak langsung dengan Amerika Serikat baru-baru ini l, sebagai bentuk protes atas eskalasi serangan militer dan invasi darat Israel di Lebanon.
Teheran memandang situasi yang terjadi di Lebanon masih dalam lingkup kerangka gencatan senjata secara umum. Mereka telah memberikan peringatan tegas kepada Washington, bahwa jika Israel tetap melanjutkan serangannya, maka mereka akan menghentikan seluruh negosiasi damai. (dan)












