INDOPOSCO.ID – Komnas Palestina menggelar aksi perdana bertajuk Run for Free Palestine 2026 melalui kegiatan lari santai 5K di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan pelari dari berbagai komunitas itu menjadi penanda dimulainya kiprah organisasi yang fokus pada isu kemanusiaan Palestina.
Ketua Komnas Palestina Muhammad Syarief mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Menurutnya, lebih dari 1.000 hari sejak konflik memanas pada 7 Oktober 2023, warga Palestina masih terus menghadapi penderitaan.
Syarief menjelaskan, Komnas Palestina dibentuk sebagai organisasi kemanusiaan yang berfokus pada isu-isu Palestina, termasuk kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsha. Organisasi ini juga diharapkan menjadi penghubung bagi masyarakat Indonesia yang ingin menyalurkan dukungan kepada rakyat Palestina.
“Aksi ini tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga bentuk dukungan masyarakat Indonesia terhadap rakyat Palestina,” ujar Syarief di Jakarta, Minggu (5/7/2026).
Ia menilai kepedulian publik Indonesia perlu terus dijaga sebagai bagian dari amanat kemanusiaan dan konstitusi. Kehadiran Komnas Palestina diharapkan menjadi wadah yang menjembatani solidaritas masyarakat Indonesia bagi rakyat Palestina.
Menurut dia, organisasi yang berdiri pada 17 Juni 2026 ini meluncurkan agenda perdananya melalui kegiatan Run for Free Palestine 2026 yang berkolaborasi dengan Masjid Sunda Kelapa, RISKA, dan ASN Runners.
“Data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza yang disampaikan panitia menunjukkan jumlah korban meninggal mencapai 73.090 orang, sementara korban luka tercatat sebanyak 173.553 jiwa,” ungkapnya.
Selain menggelar kegiatan solidaritas, Komnas Palestina juga berkomitmen menjalankan edukasi, sosialisasi, serta penggalangan dukungan moral maupun material.
“Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Palestina, sekaligus memperkuat kesadaran publik Indonesia bahwa persoalan Palestina merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan bersama,” ujarnya. (nas)


















