INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri Iran Sayid Abbas Araghchi membantah pernyataan Presiden Lebanon Joseph Aoun yang menyebut negaranya digunakan sebagai alat tawar-menawar bagi Teheran dalam negosiasi dengan Amerika Serikat.
“Seandainya Lebanon menjadi alat tawar-menawar bagi Iran, kami pasti sudah mencapai kesepakatan sejak lama,” kata Abbas Araqchi melalui akun X pribadinya @araghchi seperti dilansir dari Sky News, Sabtu (6/6/2026).
Ia justru mengimbau Presiden Lebanon untuk lebih berfokus pada upaya menyelamatkan negaranya dari ancaman musuh yang nyata.
“Selamatkan Lebanon dari musuh sejati Anda, Bapak Presiden,” ucap Abbas Araghchi.
Aoun menyampaikan pernyataan yang menuding Iran menjadikan negaranya sebagai alat tawar dalam wawancara jaringan televisi berbayar asal Amerika Serikat.
“Rakyat kami dibunuh, rumah-rumah kami dihancurkan – mereka menggunakan Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi mereka dengan Amerika Serikat. Ini tidak dapat diterima,” tutur Aoun.
Pihak berwenang Lebanon mengungkapkan bahwa Lebanon kini menghadapi krisis kemanusiaan dengan lebih dari 3.500 korban jiwa akibat perang yang kembali berkobar antara Israel dan kelompok Hezbollah, serta gelombang pengungsian yang terus bertambah. (dan)












