INDOPOSCO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan, bahwa militer AS telah merestrukturisasi kekuatan selama masa gencatan senjata dan siap meluncurkan serangan balasan ke Iran jika kesepakatan diplomatik gagal dicapai.
“Kami memiliki begitu banyak amunisi, begitu banyak segalanya, kami telah menggunakan ini untuk mengisi kembali dan mereka mungkin telah melakukan sedikit pengisian ulang,” kata Trump seperti dilansir dari Al Jazeera, Selasa (21/4/2026).
Seolah tak sabar ingin segera memicu konflik, Trump sesumbar bahwa militer AS hanya tinggal menunggu aba-aba darinya untuk melancarkan serangannya. “Kami siap berangkat. Militer bersiap untuk pergi,” ujar Trump.
Negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran rencananya kembali digelar di Islamabad, Pakistan pada Senin (20/4/2026). Namun, Iran menolak hadir karena menilai agenda pertemuan tersebut belum mengakomodasi kepentingan nasional mereka secara adil.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, bahwa ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak akan memengaruhi keputusan Iran untuk melanjutkan perundingan.
Ia menilai Trump berusaha menekan Iran agar hasil perundingan sesuai dengan kehendak AS semata, seraya mengabaikan poin-poin tuntutan yang diajukan Teheran.
“Trump, dengan memaksakan pengepungan dan melanggar gencatan senjata, berupaya mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri-menjadi meja penyerahan diri atau untuk membenarkan perang baru,” kata Mohammad Bagher Ghalibaf dalam akun X pribadinya @mb_ghalibaf seperti dilansir dari Sky News, Selasa (21/4/2026).
Pihaknya menegaskan tidak akan tunduk pada negosiasi yang mengancam dan kini telah bersiap meluncurkan taktik baru di medan perang setelah persiapan selama dua pekan terakhir.
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang,” tegas Ghalibaf. (dan)










