Headline

Dihantam Gelombang Kritik, Nafa Urbach Kembali Angkat Suara

INDOPOSCO.ID – Nama Nafa Urbach kembali menjadi sorotan publik. Setelah pernyataannya soal dukungan terhadap tunjangan rumah anggota DPR RI menuai kontroversi dan memicu aksi demonstrasi di berbagai daerah, Nafa akhirnya kembali muncul ke hadapan publik untuk menyampaikan permintaan maaf yang lebih tulus pada Sabtu (30/8/2025) malam.

Melalui unggahan video di akun media soaialnya, Nafa tampil sederhana dengan wajah sendu. Nada suaranya bergetar, matanya berkaca-kaca, dan sesekali ia menahan tangis saat menyampaikan kata-kata yang menurutnya lahir dari kerendahan hati.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera. Selamat malam. Dengan segala kerendahan hati dan hormat yang begitu besar untuk masyarakat Indonesia, saya Nafa Indria Urbach meminta maaf yang sebesar-besarnya atas setiap perkataan yang keluar dari mulut saya yang menyakiti hati masyarakat Indonesia,” ucap Nafa dalam unggahan di akun Instagram pribadinya seperti dikutip, Minggu (31/8/2025).

“Kiranya ada pintu maaf yang besar untuk saya dimaafkan,” sambungnya.

Tak berhenti di situ, Nafa kembali menegaskan penyesalannya. “Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada (seluruh) masyarakat Indonesia. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tambah politikus Partai NasDem itu.

Permintaan maaf ini menjadi yang kedua kalinya disampaikan Nafa dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, pada Selasa (26/8/2025) lalu, ia juga telah mengunggah video serupa setelah kritik keras menghujani dirinya. Namun, gelombang demonstrasi yang terus bergulir membuat Nafa kembali merasa perlu menundukkan kepala di hadapan rakyat.

Menariknya, Nafa bukan satu-satunya artis yang kini duduk di kursi parlemen dan terseret dalam pusaran kontroversi. Dua nama lain, Eko Patrio dan Uya Kuya, juga turut meminta maaf kepada publik melalui media sosial mereka masing-masing.

Permintaan maaf beruntun dari para figur publik ini menandakan betapa sensitifnya isu kesejahteraan wakil rakyat di mata masyarakat. Publik menuntut kesadaran, bukan sekadar pernyataan.

Kini, semua mata tertuju kembali pada langkah-langkah yang akan diambil oleh Nafa dan koleganya di Senayan. Kata maaf sudah terucap, tetapi publik tentu menunggu bukti nyata bahwa suara rakyat tidak hanya menjadi latar belakang, melainkan benar-benar menjadi pusat perjuangan. (her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button