• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Di Balik Juara Dunia MotoGP 2022 Bagnaia

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 7 November 2022 - 00:20
in Headline
bagnaia

Pebalap tim Ducati Francesco Bagnaia melakukan selebrasi setelah menjadi juara dunia MotoGP di Grand Prix Valencia, Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol, Minggu (6/11/2022). Foto : Antara/Reuters/Pablo Morano

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pebalap Ducati Francesco Bagnaia meraih gelar juara dunia MotoGP perdananya setelah finis P9 pada balapan penentuan di Grand Prix Valencia, Minggu (5/11/2022).

Bagnaia memiliki tugas yang relatif mudah karena hanya membutuhkan tiga poin atau finis 14 besar di Valencia untuk mengunci gelar juara mengingat rival terdekatnya, Fabio Quartararo berjarak 23 poin pada balapan penutup musim tersebut.

BacaJuga:

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Quartararo, yang mau tak mau membutuhkan kemenangan, hanya mampu finis P4 dan harus merelakan gelar juara dunia kelas premier musim ini jatuh ke Bagnaia.

Berikut ini serba serbi mengenai sang juara dunia MotoGP 2022:

Francesco Bagnaia menjadi pebalap tertua yang meraih gelar juara dunia MotoGP perdananya sejak kategori baru kelas premier itu diperkenalkan pada 2002. Pada usia 25 tahun dan 282 hari, Bagnaia menyalip posisi juara 2002 Nicky Hayden dalam usia 25 tahun 91 hari.

Bagnaia menjadi pebalap pertama Italia yang meraih titel kelas premier setelah Valentino Rossi pada 2009. Statistik MotoGP mencatat ia menjadi pebalap ketujuh dari Italia yang meraih kesuksesan pada kejuaraan dunia bersama Giacomo Agostini (8 gelar), Valentino Rossi (7), Umberto Masetti (2), Libero Liberati (1), Marco Lucchinelli (1) dan Franco Uncini (1).

Titel Bagnaia musim ini merupakan gelar kelas premier ke-21 untuk Italia dan ke-80 bagi negara itu dalam kejuaraan balap Grand Prix pada umumnya.

Baca Juga: Bagnaia Banyak Belajar sebelum Rebut Puncak Klasemen di Australia

Bagnaia menjadi pebalap kedua Ducati yang meraih gelar juara dunia setelah Casey Stoner pada 2007.

Ia juga menjadi orang Italia pertama yang meraih kesuksesan pada kelas premier mengendarai motor asal Italia setelah legenda MotoGP Giacomo Agostini berjaya pada 1972 bersama MV Agusta.

Pada GP San Marino 2022, Bagnaia meraih empat kemenangan beruntun, menjadi pebalap pertama Ducati yang mencapai hal itu di kelas manapun. Sejak bergulirnya MotoGP pada 2002, Bagnaia juga mencatatkan namanya sebagai salah satu pebalap yang meraih empat atau lebih kemenangan beruntun di kelas premier setelah Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Marc Marquez.

Mengantongi 10 kemenangan pada kelas premier, seluruhnya diraih bersama Ducati, Bagnaia menempati peringkat tiga daftar kemenangan pebalap Ducati setelah Casey Stoner (23), dan Andrea Dovizioso (14).

Dengan 19 finis podium kelas premier, Bagnaia berada di peringkat lima pebalap Ducati yang panen podium, di belakang Jack Miller (21). Casey Stoner masih menjadi pebalap tersukses Ducati dengan 42 podium.

Bagnaia pada musim ini juga paling banyak naik podium ketimbang para pebalap lain yaitu sembilan kali, termasuk enam kemenangan. Hanya tiga pebalap Ducati yang pernah meraih enam kemenangan dalam satu musim: Casey Stoner (10 pada 2007 dan 6 pada 2008) dan Andrea Dovizioso (6 pada 2017).

Setelah GP Jerman, Bagnaia terpuruk di peringkat enam klasemen dengan defisit 91 poin dari pemuncak Fabio Quartararo. Ia mencetak sejarah dengan “comeback” terbesar sejak sistem poin yang diterapkan saat ini digunakan pada 1993 seperti dilansir Antara.

Bagnaia juga menjadi pebalap pertama yang meraih gelar kelas premier dengan lima DNF (gagal finis) sepanjang musim. (aro)

Tags: BagnaiaducatiFrancesco Bagnaiamotogppebalaptim Ducati

Berita Terkait.

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan
Headline

Kemiskinan Menurun Konsisten dalam 11 Tahun, tapi Kesenjangan Masih Jadi Tantangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:40
Assaat
Headline

Pernah Jadi Presiden, Menbud Dukung Mr. Assaat Raih Gelar Pahlawan Nasional

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:47
Silmi-Karim
Headline

Buntut Kasus Silmy Karim, KPK Sita 8.500 Dolar Singapura di Kantor Imigrasi Jaksel

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:27
Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut
Headline

Dewas KPK Proses Laporan Etik Pemindahan Penahanan Gus Yaqut

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:57
Karhutla dan Kekeringan Masih Dominasi, BNPB Minta Daerah Perkuat Kesiapsiagaan
Headline

MUI: Fatwa Tak Bisa Diintervensi Negara, Independensi Ulama Harga Mati

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:01
FA
Headline

AGO Seizes Money Laundering-Related Documents in Search of Febrie Adriansyah’s Home

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:39

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2131 shares
    Share 852 Tweet 533
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1984 shares
    Share 794 Tweet 496
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1434 shares
    Share 574 Tweet 359
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.