Ekonomi

Kolaborasi KemenKopUKM, MicroSave Consulting dan New York University Tingkatkan Literasi Digital dan Inklusi Keuangan UMKM

INDOPOSCO.IDKementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KemenKopUKM) menggandeng MicroSave Consulting (MSC) yang didukung Financial Access Initiative (FAI) dari New York University, untuk menginisiasi kerja sama dalam rangka meningkatkan literasi digital dan kapasitas koperasi dan UMKM.

Salah satu strategi yang saat ini dilakukan KemenKopUKM adalah terus berupaya mempercepat literasi digital dan bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan MicroSave Consulting (MSC) Indonesia.

“Tentunya, kerja sama ini menjadi salah satu bentuk dukungan kepada para pelaku koperasi dan UMKM agar dapat bangkit di tengah pandemi, lebih berkembang, serta dapat bersaing di pasar global,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, pada acara Advisory Group Small Firm Diaries (SFD) untuk UMKM dan Koperasi, yang dilaksanakan atas inisiasi MicroSave Consulting (MSC) Indonesia, di Jakarta, Rabu (12/1).

Baca Juga : Program LPDB-KUMKM “Inline” dengan Program KemenKopUKM

Menurut Arif, melalui kerjasama dengan MSC, salah satu kegiatan konkret yang akan dilakukan bersama yaitu terkait penelitian Small Firm Diaries (SFD).

“Tujuannya, guna memahami secara mendalam tentang potensi dan hambatan yang dihadapi UKM dalam mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Arif berharap, penelitian ini mendapatkan hasil yang relevan dan maksimal karena didukung juga oleh Micro Finance Opportunities, Low Income Financial Transformation, dan Financial Access Initiative dari New York University. Selain itu, Arif meyakini, penelitian Small Firm Diaries akan berjalan maksimal dengan adanya dukungan dari the advisory group members.

“Dengan menyatukan berbagai keahlian dari sektor publik, swasta, dan non-pemerintah, the advisory group diharapkan dapat memberikan masukan dan saran, terkait konteks, rencana, dan temuan proyek penelitian,” ulas dia.

Baca Juga : Menteri Teten Bakal Efektifkan PLUT KUKM di Palu

Bagi Arif, kolaborasi berbagai pihak melalui the advisory group, juga dapat menjadi wadah yang penting, baik dalam pengembangan riset maupun dalam penyampaian penemuan dan rekomendasi hasil riset.

SesKemenkopUKM juga berharap hasil dari pertemuan-pertemuan the advisory group members ke depan, dapat membantu pemerintah dalam memformulasikan kebijakan berdasarkan bukti, hingga membantu menyebarkan rekomendasi kebijakan dari hasil wawasan yang ditemukan dari penelitian.

“Juga turut dalam pembuatan Rencana Aksi oleh berbagai pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengembangkan UMKM di Indonesia,” tutur Arif.

Sementara itu, Country Director MicroSave Consulting Indonesia Grace Retnowati berharap output dari riset hasil kerjasama dengan New York University (NYU) tersebut dapat digunakan untuk bahan perumusan kebijakan dan perencanaan program dalam mencapai target-target pemberdayaan koperasi dan UMKM.

“Saya juga berharap kerjasama ini dapat mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan kapasitas digital UKM dalam menuju ekonomi digital dan meningkatkan inklusi keuangan,” kata Grace.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button