INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) terus memperkuat kompetensi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi menghadapi dinamika serta tantangan industri energi yang makin kompleks.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui keterlibatan Manager Human Capital Development Pertamina Drilling Yohana Endrawati sebagai pembicara dalam talk show yang digelar Monash University bertajuk “Managing Change, Powering Futures: Innovation, Talent, and Leadership for a Sustainable World” di Jakarta, Kamis 13 Agustus 2026.
Forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman dan perspektif lintas industri mengenai pentingnya inovasi, pengelolaan talenta, kepemimpinan, serta kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Yohana mengatakan perubahan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan setiap organisasi, termasuk perusahaan yang bergerak di sektor energi. Karena itu, kemampuan organisasi dalam merespons perubahan menjadi faktor penting untuk menentukan keberlanjutan dan daya saing perusahaan.
“Perubahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari oleh setiap organisasi. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana kita merespons perubahan tersebut, apakah menjadi tantangan atau justru peluang untuk bertumbuh dan berinovasi,” katanya.
Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan membutuhkan SDM yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan melahirkan inovasi.
Hal tersebut menjadi semakin penting seiring perkembangan industri energi yang menuntut perusahaan untuk bergerak lebih adaptif terhadap perubahan teknologi, kebutuhan bisnis, serta tantangan keberlanjutan.
“Organisasi masa depan membutuhkan talent yang future-ready. Karena itu, pengembangan kompetensi tidak boleh berhenti pada kebutuhan hari ini, tetapi harus dipersiapkan untuk menjawab tantangan bisnis di masa mendatang,” jelas ujar Yohana.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kapasitas SDM dan organisasi. Menurutnya, interaksi antara dunia industri dan institusi pendidikan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas perspektif dalam menghadapi perubahan.
“Ketika kita membuka ruang kolaborasi, kita tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mendapatkan perspektif baru yang dapat membantu organisasi menemukan solusi yang lebih inovatif dan relevan,” tuturnya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pengembangan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.
Melalui penguatan kompetensi, kepemimpinan, dan budaya inovasi, Pertamina Drilling terus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran berkelanjutan serta pengembangan potensi pekerja.
Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan industri energi yang terus mengalami perubahan dan menuntut kesiapan SDM dalam menghadapi tantangan baru.
Pertamina Drilling berkomitmen membangun organisasi yang adaptif, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi perusahaan, pekerja, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Dengan talenta yang future-ready, budaya inovasi yang kuat, serta kolaborasi lintas sektor, penguatan SDM diharapkan tidak hanya mendukung kinerja perusahaan saat ini, tetapi juga menjadi fondasi bagi keberlanjutan bisnis Pertamina Drilling di masa datang. (rmn)























