• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Perpanjang Kemitraan hingga 2030, Pertamina-Toyota Percepat Transisi Energi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 4 November 2026 - 00:30
in Ekonomi
pertamina

PT Pertamina (Persero) dan Toyota Group memperkuat kemitraan strategis melalui perpanjangan kerja sama hingga 2030 dalam Annual Meeting 2026 Pertamina-Toyota Cooperation di Surakarta, Rabu (28/10/2026). Foto: Dokumen Pertamina

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Pertamina (Persero) dan Toyota Group memperkuat kemitraan strategis dengan memperpanjang kerja sama selama lima tahun ke depan hingga 2030. Kolaborasi ini mencakup pengembangan bahan bakar rendah karbon, pelumas, teknologi hidrogen, hingga produk petrokimia untuk mendukung ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi energi di Indonesia.

Penguatan kemitraan tersebut dibahas dalam Annual Meeting 2026 Pertamina-Toyota Cooperation yang berlangsung di Surakarta, Rabu (28/10/2026). Kedua perusahaan berkomitmen menyinergikan keahlian di bidang energi dan teknologi otomotif untuk mengembangkan solusi energi serta transportasi masa depan.

BacaJuga:

PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela 18 Tahun, Capai 600 Kargo

ANTAM Borong 5 Penghargaan di Minerba Convex 2026, Ini Program Unggulannya

Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN NP Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia

Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza mengatakan, kemitraan dengan Toyota menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung prioritas nasional, khususnya agenda Asta Cita dalam memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi energi melalui inovasi.

Menurutnya, dinamika geopolitik dan perubahan kondisi energi global semakin menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antarperusahaan untuk menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan.

“Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan kolaborasi kita sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menerjemahkan keahlian teknis dan inovasi menjadi hasil bisnis yang nyata,” ujar Oki dalam sambutan yang disampaikan secara daring.

SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina Hana Timoti menjelaskan, kolaborasi kedua perusahaan dibangun berdasarkan keunggulan dan kompetensi masing-masing. Pertamina berperan dalam pengembangan serta penyediaan bahan bakar, sementara Toyota berkontribusi melalui teknologi otomotif dan pemahaman terhadap kebutuhan sektor transportasi.

Menurut Hana, pengembangan bahan bakar harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi kendaraan. Dengan demikian, produk energi yang dihasilkan Pertamina dapat memenuhi kebutuhan kendaraan masyarakat maupun perkembangan industri otomotif pada masa mendatang.

“Jadi, masing-masing punya manfaat terkait bagaimana bahan bakar dan teknologi bahan bakar ke depannya, serta bagaimana teknologi otomotif berkembang. Harapannya, keduanya bisa saling berjalan dan bersinergi untuk membangun ekosistem transportasi, terutama transportasi darat,” katanya.

Selain pengembangan bahan bakar rendah karbon, Pertamina dan Toyota juga membahas peluang pemanfaatan energi alternatif, termasuk teknologi hidrogen.

Hana mengatakan, pengembangan energi alternatif membutuhkan kesiapan ekosistem secara menyeluruh agar dapat digunakan secara luas dan memiliki nilai keekonomian. Hal tersebut mencakup ketersediaan pasokan, pembangunan infrastruktur, pengembangan teknologi, hingga model bisnis yang mendukung komersialisasi.

“Salah satu tantangan pengembangan energi alternatif adalah membangun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut digunakan secara luas dan memiliki nilai keekonomian. Teknologi kendaraan berbasis hidrogen, misalnya, sudah dikembangkan, tetapi pemanfaatannya masih memerlukan kesiapan pasokan, infrastruktur, serta model bisnis yang mendukung komersialisasi. Harga juga menjadi pertimbangan karena bahan bakar fosil saat ini masih relatif lebih murah,” ungkapnya.

Meski demikian, Hana menilai pengembangan energi masa depan tidak bisa hanya mempertimbangkan aspek harga. Ketersediaan pasokan dan kemampuan memenuhi kebutuhan energi dalam negeri juga menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan sumber energi.

“Untuk ketahanan energi, kita akan berfokus pada sumber daya yang memang ada di Indonesia dan bisa diproduksi di dalam negeri. Dari sisi harga mungkin masih mahal, tetapi kembali lagi, kalau mahal tetapi tersedia dibandingkan murah tetapi tidak tersedia, itu juga menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Sementara itu, President of Toyota Motor Corporation’s CN Advanced Engineering Development Center Keiji Kaita menyampaikan bahwa pengembangan bahan bakar netral karbon tidak hanya berperan dalam mengurangi emisi, tetapi juga mendukung penguatan ketahanan energi.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi bahan bakar secara mandiri. Potensi tersebut sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pengembangan penelitian dan teknologi energi.

“Saya yakin pertemuan ini dapat menjadi tonggak penting dalam kolaborasi dan kontribusi kami bagi masyarakat Indonesia. Tidak hanya dengan mendukung netralitas karbon, tetapi juga dengan memperkuat ketahanan pasokan bahan bakar, mendorong transformasi teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Kaita dalam sambutannya secara virtual.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, kolaborasi dengan berbagai mitra merupakan strategi perusahaan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika energi global.

“Di tengah dinamika energi global, kolaborasi menjadi kunci untuk membangun ketahanan energi yang kuat. Sinergi Pertamina dan Toyota merupakan langkah strategis untuk saling memperkuat keunggulan masing-masing untuk mendukung ketahanan dan energi rendah karbon di Indonesia,” tuturnya.

Melalui perpanjangan kemitraan hingga 2030, Pertamina dan Toyota berharap dapat memperluas inovasi di sektor energi dan otomotif, menghadirkan lebih banyak pilihan energi rendah karbon, serta membangun ekosistem transportasi yang lebih berkelanjutan.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan sumber daya energi domestik dan mendukung agenda transisi energi Indonesia. (srv)

Tags: Energi rendah KarbonKetahanan EnergiPertaminaToyota

Berita Terkait.

epi
Ekonomi

PLN EPI Amankan Pasokan LNG Masela 18 Tahun, Capai 600 Kargo

Rabu, 4 November 2026 - 10:20
antam
Ekonomi

ANTAM Borong 5 Penghargaan di Minerba Convex 2026, Ini Program Unggulannya

Rabu, 4 November 2026 - 10:10
np
Ekonomi

Alumni Inggris Kunjungi Muara Karang, PLN NP Buka Ruang Kolaborasi untuk Masa Depan Energi Indonesia

Rabu, 4 November 2026 - 09:49
avep
Ekonomi

Ekspansi ke Timur Tengah, Pertamina Drilling Perkuat Kerja Sama dengan Halliburton

Selasa, 3 November 2026 - 22:32
valbury
Ekonomi

Catat 138 Ribu Nasabah Baru, Minat Investasi Aset Global Meningkat

Selasa, 3 November 2026 - 20:02
bri
Ekonomi

Perkuat Pengelolaan Keuangan Korporasi, Qlola by BRI Bukukan Volume Transaksi Rp12.046 Triliun per September 2026

Selasa, 3 November 2026 - 19:44

OLAHRAGA

piala
Olahraga

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 3 November 2026 - 23:23

INDOPOSCO.ID - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi mengundur jadwal penyelenggaraan Piala Asia 2027. Turnamen yang semula dijadwalkan berlangsung pada...

SelengkapnyaDetails
noc

2 Atlet Muda Wafat di Porprov Jateng, NOC Indonesia: Tak Ada Medali Seharga Nyawa

Selasa, 3 November 2026 - 21:21
sty

Tanpa Shin Tae-yong di Awal League Cup, Persija Tetap Optimistis Hadapi PSMS

Selasa, 3 November 2026 - 16:26
Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

Senin, 2 November 2026 - 21:22
bca

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Senin, 2 November 2026 - 04:14

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2158 shares
    Share 863 Tweet 540
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1870 shares
    Share 748 Tweet 468
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.