INDOPOSCO.ID – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTAM) meraih lima penghargaan dalam ajang Apresiasi Minerba 2026 yang diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Capaian tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat sekaligus menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik.
Lima penghargaan tersebut terdiri atas empat apresiasi untuk program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) serta satu penghargaan atas pelaksanaan Good Mining Practices atau kaidah teknik pertambangan yang baik.
Penghargaan PPM diberikan atas berbagai program ANTAM yang mencakup peningkatan kualitas kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penyediaan infrastruktur air bersih berbasis teknologi ramah lingkungan.
Capaian ini memperkuat komitmen ANTAM dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan memastikan kegiatan pertambangan tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan.
Corporate Secretary ANTAM Wisnu Danandi Haryanto mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengakuan pemerintah atas konsistensi perusahaan dalam mengembangkan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Bagi ANTAM, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis dan operasional, tetapi juga dari sejauh mana kehadiran perusahaan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Empat Program Pemberdayaan Masyarakat
Empat penghargaan PPM ANTAM diraih melalui program dari tiga unit bisnis dan satu anak usaha, dengan fokus pemberdayaan yang mencakup kesehatan, pertanian, ketahanan pangan, dan akses air bersih.
Unit Bisnis Pertambangan Nikel Maluku Utara meraih apresiasi melalui program ANTAM G-BEST (Gizi Baik Cegah Risiko Stunting) pada kategori pencegahan risiko stunting melalui perbaikan gizi.
Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan dan gizi bagi calon ibu, pendampingan ibu dan anak, penguatan Posyandu Integratif, serta pemanfaatan pangan lokal bergizi untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
ANTAM G-BEST juga mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan UMKM pangan lokal “Karya Perempuan Berdaya”. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting turut membuka peluang peningkatan pendapatan dan kapasitas ekonomi keluarga.
Sementara itu, Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat memperoleh penghargaan melalui program KAMEK SAMBUT (Kemandirian Masyarakat Berbasis Ekologi sebagai Sumber Ekonomi Berkelanjutan).
Program yang masuk kategori peningkatan pendapatan masyarakat melalui pertanian berkelanjutan ini mendorong pemanfaatan potensi pertanian lokal dengan mengedepankan praktik yang memperhatikan keseimbangan ekologi dan keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan berikutnya diraih Unit Bisnis Pertambangan Emas Pongkor melalui program Garitan Kalongliud (Gerakan Ramah Lingkungan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Kalongliud).
Program tersebut mendapat apresiasi dalam kategori penguatan kelembagaan kelompok tani untuk mendukung ketahanan pangan. ANTAM mendorong peningkatan kapasitas petani dan penguatan kelembagaan agar kegiatan pertanian dapat berjalan lebih produktif dan berkelanjutan.
Adapun anak usaha ANTAM, PT Sumberdaya Arindo, meraih penghargaan melalui program Waya Cani Guna pada kategori penyediaan infrastruktur air bersih berbasis teknologi ramah lingkungan.
Program ini berfokus pada peningkatan akses air bersih dengan melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan fasilitas, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.
Pertambangan Bertanggung Jawab
Selain empat penghargaan PPM, ANTAM melalui Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat juga memperoleh Apresiasi Minerba 2026 atas kontribusi dan kinerja terbaik dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practices).
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan aspek keselamatan, kepatuhan terhadap ketentuan pertambangan, serta pengelolaan lingkungan.
Wisnu mengatakan program pemberdayaan masyarakat dan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik merupakan bagian penting dari strategi keberlanjutan ANTAM.
Menurutnya, program PPM tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi juga membangun kegiatan ekonomi produktif, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta mendorong kemandirian dalam jangka panjang.
“Program PPM kami dorong agar tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu menciptakan kegiatan ekonomi produktif, memperkuat kelembagaan masyarakat, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh secara mandiri,” tambahnya.
ANTAM juga terus memperkuat tata kelola program melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, dengan mempertimbangkan kebutuhan lokal serta keberlanjutan manfaat program.
Ke depan, perusahaan akan meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan tata kelola yang berorientasi pada dampak nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran ANTAM tidak hanya menghasilkan nilai tambah dari sumber daya mineral, tetapi juga meninggalkan warisan positif berupa masyarakat yang lebih sehat, produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Wisnu.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Apresiasi Minerba 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, sebagai bagian dari Mineral & Batubara Convention-Expo (Minerba Convex) 2026, Selasa (3/11/2026), di JIExpo Convention Centre and Theatre, Kemayoran, Jakarta.(srv)


















