INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengamankan pasokan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) dari Wilayah Kerja (WK) Masela sebesar 2,5 juta ton per tahun (million tonnes per annum/MTPA) selama 18 tahun. Kesepakatan ini mencakup total 37,5 juta ton atau setara sekitar 600 kargo LNG, dengan target pasokan mulai akhir 2030.
Pasokan LNG tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi primer pembangkit PLN Group di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Kepastian pasokan diperoleh melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli LNG antara PLN EPI dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) WK Masela dalam Forum Ekonomi, Keuangan, dan Komersial Hulu Migas (FOREK Hulu Migas) 2026 di Jakarta. Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Heads of Agreement (HoA) LNG antara kedua pihak pada ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) pada Mei 2026.
Pengamanan pasokan LNG Masela menjadi langkah strategis PLN EPI dalam mempersiapkan kebutuhan energi primer jangka panjang, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kebutuhan listrik nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Pelaksana harian (Plh.) Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto mengatakan, kepastian pasokan energi primer dalam jangka panjang menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan pembangkit sekaligus mendukung pengembangan sektor hulu migas nasional.
“Pengamanan pasokan LNG dari WK Masela merupakan langkah strategis untuk memastikan ketersediaan energi primer bagi pembangkit PLN Group dalam jangka panjang. Dengan volume 2,5 MTPA selama 18 tahun, kami mendukung pengembangan lapangan hulu migas di Indonesia dengan menjadi fundamental buyer agar proyek pengembangan hulu migas dapat segera dieksekusi,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut juga menjadi upaya mengoptimalkan potensi gas bumi domestik agar dapat memberikan manfaat langsung bagi sektor ketenagalistrikan dan ketahanan energi Indonesia.
Selain Masela, PLN EPI memperkuat diversifikasi sumber pasokan LNG melalui pengembangan portofolio South Hub yang berasal dari sejumlah wilayah kerja migas, yakni Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal.
Pasokan South Hub direncanakan berlangsung pada periode 2027–2037 dengan total volume sekitar 191 kargo LNG atau setara 11,2 juta ton. Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari strategi PLN EPI dalam membangun portofolio pengadaan LNG domestik yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan.
Seiring dengan pengamanan pasokan, PLN EPI juga memperkuat kesiapan infrastruktur gas agar LNG dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjangkau pembangkit di berbagai sistem kelistrikan Indonesia.
Pengembangan infrastruktur tersebut mencakup empat klaster gasifikasi serta sejumlah proyek Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Infrastruktur ini mendukung rantai pasok LNG, mulai dari penyimpanan, pengangkutan, regasifikasi hingga penyaluran gas ke pembangkit listrik.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati mengatakan, pengelolaan pasokan LNG harus dilakukan secara terintegrasi dengan mempertimbangkan kepastian sumber pasokan, kebutuhan pembangkit, serta kesiapan infrastruktur dan logistik.
“Pengamanan LNG tidak berhenti pada penandatanganan kontrak pasokan. Kami memastikan seluruh mata rantai pasok, mulai dari sumber LNG, pengangkutan, penyimpanan, regasifikasi hingga penyaluran gas ke pembangkit, direncanakan secara terintegrasi,” jelasnya.
Dengan pendekatan tersebut, pasokan LNG yang telah diamankan diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan sistem kelistrikan.
Erma menambahkan, penguatan portofolio LNG domestik juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem gas nasional yang semakin kuat dan kompetitif.
“Potensi gas bumi Indonesia perlu dioptimalkan melalui sinergi antara para pelaku hulu migas, penyedia infrastruktur midstream, dan sektor ketenagalistrikan. PLN EPI berkomitmen mengambil peran strategis dalam menghubungkan potensi sumber daya gas domestik dengan kebutuhan pembangkit di seluruh Indonesia,” tambahnya.
Ke depan, PLN EPI akan terus menyelaraskan strategi pengadaan energi primer dengan proyeksi kebutuhan listrik nasional serta pengembangan infrastruktur pendukung.
Melalui penguatan pasokan dari WK Masela, South Hub, dan berbagai sumber domestik lainnya, PLN EPI berupaya membangun rantai pasok energi primer yang tangguh, terintegrasi, dan adaptif untuk mendukung keandalan listrik serta ketahanan energi Indonesia. (srv)



















