INDOPOSCO.ID – Kiprah Pondok Pesantren (Ponpes) Darunnajah Jakarta dalam dunia pendidikan Islam kembali mendapat ruang di tingkat nasional. Pimpinan Ponpes Darunnajah, KH. Sofwan Manaf, resmi dilantik sebagai salah satu dari 15 Anggota Majelis Masyayikh untuk masa khidmat 2026–2031 oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar di Gedung Kementerian Agama, Jakarta, pada Senin (2/11/2026).
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru Majelis Masyayikh untuk lima tahun ke depan. Kehadiran Kiai Sofwan dalam jajaran lembaga ini sekaligus membawa harapan bagi penguatan kualitas pendidikan pesantren, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan standar mutu dan pelestarian tradisi keilmuan Islam.
Pengalaman panjang memimpin Ponpes Darunnajah Jakarta serta keterlibatannya dalam mengembangkan pendidikan Islam menjadi modal penting bagi Kiai Sofwan dalam mengemban amanah tersebut.
“Pelantikan ini menjadi bagian dari kontribusi keluarga besar Darunnajah dalam mendukung penguatan mutu pendidikan pesantren di tingkat nasional,” ujar Kiai Sofwan usai dilantik.
Bagi dunia pesantren, peningkatan mutu bukan semata-mata tentang standar dan sistem pendidikan. Lebih dari itu, pengembangan kualitas harus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, tradisi keilmuan, serta karakter khas pesantren yang telah diwariskan para ulama.

Prinsip inilah yang diharapkan terus menjadi perhatian dalam perjalanan Majelis Masyayikh ke depan. Lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam memastikan pendidikan pesantren berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa kehilangan jati diri dan identitasnya.
“Melalui Majelis Masyayikh, penguatan mutu pendidikan pesantren diharapkan dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai keislaman dan tradisi keilmuan yang telah diwariskan para ulama. Dengan demikian, pesantren dapat terus berkembang tanpa kehilangan jati diri dan karakter pendidikannya,” tambahnya.
Keluarga besar Pondok Pesantren Darunnajah menyambut amanah ini dengan doa dan dukungan agar KH. Sofwan Manaf senantiasa diberi kemudahan dan keberkahan dalam menjalankan tugas serta berkontribusi bagi kemajuan pendidikan pesantren di Indonesia.
Sebagai lembaga mandiri dan independen, Majelis Masyayikh memiliki tugas merumuskan serta menyusun sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren. Peran tersebut menjadi penting untuk memastikan kualitas pendidikan terus meningkat, sekaligus menjaga kekhasan, kemandirian, dan tradisi keilmuan yang selama ini menjadi kekuatan pesantren. (her)


















