INDOPOSCO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan sikap patuh terhadap keputusan pemerintah pusat terkait pemberian izin konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan digelar di Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026).
Konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour berlangsung di dua tempat. Pertama, telah terselenggara di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2026). Kedua, bakal digelar di Jakarta, besok.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, sikap tersebut ditunjukkan Pemprov DKI Jakarta karena promotor telah mengantongi izin dari berbagai instansi, seperti Kementerian Pariwisata, Kepolisian RI, pihak Imigrasi, hingga pengelola venue.
“Ketika sudah mulai muncul di ruang publik, tentunya Pemerintah DKI Jakarta mengikuti apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
Secara pribadi, Pramono mengaku hampir tidak pernah memberikan pernyataan atau komentar apa pun terkait konser tersebut. Ia malah lebih sering membahas konser Kanye West yang telah sukses digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada 24 Oktober 2026.
“Saya sendiri terus terang, kalau saudara-saudara perhatikan, saya hampir nggak pernah memberikan statement tentang konser ini, sama sekali nggak pernah,” ujar Pramono.
Konser Andrea Bocelli di Indonesia pada tahun 2026 menuai sorotan tajam dan gelombang penolakan karena dugaan rekam jejak sang artis yang dinilai mendukung militer Israel (IDF).
Majelis Ulama Indonesia (MUI), Front Persaudaraan Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), serta berbagai elemen masyarakat sipil mendesak pembatalan konser ini. Mereka menyoroti partisipasi Bocelli dalam acara penggalangan dana Friends of the Israel Defense Forces (FIDF) pada tahun 2010 serta konsernya di Tel Aviv pada tahun 2022. (dan)


















