INDOPOSCO.ID – Komitmen menjaga integritas, transparansi, dan kepatuhan dalam menjalankan bisnis kembali mengantarkan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meraih pengakuan pemerintah. Kali ini, perusahaan hulu migas tersebut memboyong Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk kategori Tata Kelola dan Kepatuhan Terbaik Perusahaan.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi PHM menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), terutama melalui penguatan pengendalian internal, tindak lanjut hasil audit secara berkala, serta kepatuhan dalam proses pengadaan dan pembayaran.
Penghargaan diserahkan Kepala BPSDM ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, kepada Manager SCM & Asset Management PHM, Dhanang Resnamurti, dalam malam penganugerahan di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Penghargaan Subroto merupakan apresiasi tertinggi Kementerian ESDM bagi para pemangku kepentingan yang dinilai berkontribusi terhadap kemajuan sektor energi dan sumber daya mineral. Sejak pertama kali digelar pada 2017, penghargaan ini menggunakan nama Prof. Subroto, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978–1988, sebagai penghormatan atas dedikasinya dalam pembangunan sektor energi nasional.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar agenda apresiasi tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan sumber daya energi harus mengedepankan tanggung jawab terhadap kedaulatan dan kesejahteraan rakyat, bukan hanya berorientasi pada nilai ekonomi dan capaian produksi.
General Manager PHM, Muzwir Wiratama, menyambut penghargaan tersebut sebagai pengakuan atas keseriusan perusahaan dalam menjalankan tata kelola yang baik sekaligus menaati ketentuan perundang-undangan.
“Penilaian mencakup penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran, serta penguatan sistem pengawasan dan pengendalian untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” kata Wira -sapaan Muzwir Wiratama-.
Menurut Wira, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pekerja PHM dalam menjaga integritas organisasi. Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan untuk memperkuat budaya kepatuhan di setiap lini perusahaan.
“Di PHM, penerapan tata kelola yang baik bukan sekadar pemenuhan terhadap ketentuan, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan, menjaga keberlanjutan operasi, dan memastikan setiap proses bisnis dijalankan secara bertanggung jawab,” jelas Wira.
Wira, menambahkan bahwa penerapan GCG memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas agar tetap selamat, andal, dan sesuai regulasi. Komitmen tersebut juga tercermin dalam pelaksanaan proses pengadaan hingga pembayaran kepada mitra kerja.
“Kepatuhan dalam proses pengadaan dan pembayaran menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi, profesionalisme, serta integritas dalam hubungan bisnis dengan mitra kerja,” tambahnya.
Penganugerahan Energi Subroto merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi setiap 28 September. Melalui berbagai kategori, Kementerian ESDM memberikan apresiasi kepada badan usaha, pemerintah daerah, dan individu yang berkontribusi dalam pengembangan sektor energi dan sumber daya mineral, mulai dari keunggulan operasional, keberlanjutan, inovasi, hingga tata kelola dan kepatuhan.
Bagi PHM, penghargaan ini mempertegas bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari kinerja produksi, tetapi juga dari integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan seluruh proses bisnis.(her)


















