INDOPOSCO.ID – Seiring meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai industri, perusahaan semakin dituntut untuk mengoptimalkan teknologi itu guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi bisnis.
Sebagai bagian dari komitmennya mendukung transformasi digital, PT Multipolar Technology Tbk, perusahaan terkemuka di Tanah Air yang berfokus dalam orkestrasi AI, mendorong eksplorasi Nutanix Enterprise AI, platform yang membantu perusahaan melakukan deployment dan mengelola model AI secara terpusat.
Dukungan pengaturan akses dan fleksibilitas deployment pada lingkungan Kubernetes yang didukung, perusahaan dapat menyesuaikan penerapan AI dengan kebutuhan infrastruktur, kebijakan keamanan, dan tata kelola internal.
Pemanfaatan AI kini semakin luas, mulai pencarian dan pengolahan informasi, analisis dokumen dan data bisnis, otomatisasi proses kerja, hingga pengembangan aplikasi. Agar manfaat tersebut dapat dioptimalkan, perusahaan perlu memastikan bahwa penerapan AI didukung kesiapan infrastruktur.
Dalam Simposium TI Hulu Migas 2026 di Yogyakarta belum lama ini, Multipolar Technology memperkenalkan solusi Nutanix Enterprise AI sebagai salah satu pendekatan untuk membantu perusahaan mengelola penerapan AI secara lebih terstruktur.
“Dalam mengadopsi AI, tantangannya bukan hanya memilih model AI yang tepat, tetapi juga memastikan bagaimana model tersebut digunakan, siapa yang dapat mengaksesnya, serta bagaimana data sensitif tetap terlindungi,” kata Director Products & Technology Multipolar Technology Sujanto Halim dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Nutanix Enterprise AI (NAI) memungkinkan perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui Nutanix Agent Gateway untuk mengelola akses dan interaksi AI secara terpusat, serta Nutanix Private Inference untuk menjalankan model AI secara privat di lingkungan yang dikendalikan perusahaan.
”Pendekatan ini membantu perusahaan meningkatkan efisiensi, mempercepat pengembangan solusi cerdas, dan mendorong inovasi bisnis dengan tetap mengutamakan keamanan, privasi data, dan kontrol penggunaan AI,” ucap Sujanto.(dan)


















