• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Biomassa Melimpah, PLN EPI Akselerasi Ekosistem Energi Rendah Karbon

Dilianto Editor Dilianto
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:05
in Ekonomi
PLN Energi Primer Indonesia (EPI) mengembangkan fasilitas pengolahan biomassa, seperti fasilitas hub di Tasikmalaya, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok melalui jaringan sub-hub, hub, dan main hub untuk mendukung efisiensi serta kontinuitas pasokan biomassa. Foto: Dokumen PLN EPI

PLN Energi Primer Indonesia (EPI) mengembangkan fasilitas pengolahan biomassa, seperti fasilitas hub di Tasikmalaya, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok melalui jaringan sub-hub, hub, dan main hub untuk mendukung efisiensi serta kontinuitas pasokan biomassa. Foto: Dokumen PLN EPI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Potensi biomassa Indonesia yang mencapai 83,4 juta ton per tahun menjadi peluang besar untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus menciptakan sumber ekonomi baru. Melihat peluang tersebut, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus mengakselerasi pengembangan ekosistem bioenergi melalui penguatan rantai pasok dan diversifikasi produk berbasis sumber daya domestik.

Strategi tersebut dipaparkan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Biomass, Biochar, Biogas & SAF Asia Summit 2026 – Indonesia Focus di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, pengembang proyek, penyedia teknologi, investor, hingga offtaker untuk membahas peluang pengembangan biomassa, biochar, biogas, biomethane, serta Sustainable Aviation Fuel (SAF).

BacaJuga:

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Dalam kesempatan tersebut, Hokkop menjelaskan bahwa PLN EPI tidak hanya mengoptimalkan biomassa untuk program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), tetapi juga mulai memperluas pemanfaatannya menjadi produk bernilai tambah seperti *biochar, syngas, Compressed Biomethane Gas* (CBG), hingga biohidrogen.

Langkah diversifikasi ini ditujukan untuk memaksimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus membuka peluang bisnis baru dalam industri energi nasional.

“Indonesia memiliki potensi dan kebutuhan bioenergi yang besar. Karena itu, kita perlu memperluas kolaborasi untuk mengembangkan fasilitas produksi dan membangun ekosistem yang mampu menyalurkan biomassa kepada pembangkit. Bahkan, ketika kebutuhan pasar belum tersedia, kita juga memiliki peluang untuk menciptakan kebutuhan tersebut,” ujar Hokkop.

Berdasarkan pemetaan PLN EPI, potensi biomassa nasional berasal dari berbagai sumber, mulai dari residu kelapa sawit, limbah kayu, sekam padi, residu pertanian, hingga limbah agroindustri. Sumatra menjadi wilayah dengan potensi terbesar, mencapai 42,8 juta ton per tahun, disusul Kalimantan sebesar 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton. Sementara itu, potensi lainnya tersebar di Sulawesi, Papua dan Maluku, serta Bali dan Nusa Tenggara.

Meski melimpah, pemanfaatan biomassa membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi, serta rantai pasok yang efisien. Kedekatan sumber bahan baku dengan lokasi pengguna menjadi salah satu faktor penentu agar biaya logistik tetap kompetitif dan pasokan terjaga.

“Pemanfaatan biomassa sangat bergantung pada sumber bahan bakunya. Kalau sumbernya semakin jauh dari pembangkit, tentu biaya pengirimannya akan semakin besar. Karena itu, kita perlu melihat potensi di sekitar pembangkit dan memastikan rantai pasoknya bisa berjalan secara ekonomis,” jelasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, PLN EPI mengembangkan sistem rantai pasok berjenjang melalui fasilitas sub-hub, hub, dan main hub. Infrastruktur ini berfungsi mendukung pengumpulan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pengendalian kualitas, hingga distribusi biomassa ke pembangkit dan pengguna industri.

Selain itu, digitalisasi turut dikembangkan guna meningkatkan transparansi, keterlacakan, serta efisiensi operasional di sepanjang rantai pasok.

Hingga Juli 2026, program cofiring biomassa PLN Group telah menjangkau 52 PLTU. Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap batu bara secara bertahap melalui substitusi sebagian bahan bakar dengan biomassa, sekaligus mendukung penurunan emisi sektor ketenagalistrikan.

Di luar program cofiring, PLN EPI juga menjajaki potensi pengembangan produk bioenergi lainnya. Pemanfaatan biomassa menjadi syngas, CBG, biochar, hingga biohidrogen dinilai dapat meningkatkan nilai ekonomi bahan baku sekaligus memperluas penggunaannya di berbagai sektor, termasuk industri dan pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau SAF.

Salah satu produk yang mulai dikembangkan adalah CBG sebagai alternatif bahan bakar gas. Pengembangannya mengandalkan ketersediaan bahan baku organik di sekitar lokasi pengguna dengan mempertimbangkan aspek teknologi, distribusi, dan keekonomian.

“Untuk CBG, kita sudah membuktikan bahwa dengan mekanisme tertentu, biayanya bisa kompetitif dibandingkan CNG. Namun, sumber bahan baku harus dekat dan teknologi pengirimannya juga perlu diperhitungkan. Dengan mekanisme yang tepat, kita masih bisa menekan biaya agar mampu bersaing dengan sumber energi fosil,” tutur Hokkop.

Lebih dari sekadar menghasilkan energi, pengembangan bioenergi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat. Koperasi, petani, badan usaha milik desa (BUMDes), serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengambil peran dalam penyediaan bahan baku, pengumpulan residu, pengolahan, hingga distribusi biomassa.

Keterlibatan pelaku ekonomi lokal tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya di daerah.

“PLN EPI memandang kolaborasi lintas sektor sebagai kunci untuk mengakselerasi industri bioenergi nasional. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, penyedia teknologi, investor, masyarakat, hingga pengguna akhir diperlukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku, kesiapan teknologi, kepastian pasar, dan keekonomian proyek dapat tumbuh dalam satu ekosistem yang berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui penguatan rantai pasok, diversifikasi produk, dan kolaborasi lintas sektor, PLN EPI mendorong biomassa menjadi lebih dari sekadar limbah atau residu. Potensi tersebut diharapkan bertransformasi menjadi sumber energi alternatif, penggerak ekonomi daerah, sekaligus bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju ketahanan energi dan transisi energi rendah karbon. (her)

Tags: biomassaEnergi rendah Karbonpln epi

Berita Terkait.

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

Kenalkan Nutanix Enterprise AI untuk Pemanfaatan AI Industri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:47
DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi
Ekonomi

DPR: RUU Perampasan Aset Harus Pastikan Korban Kejahatan Ekonomi Mendapat Ganti Rugi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:42
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Ekonomi

Pertamina Berdayakan Bank Sampah, Minyak Jelantah Warga Cilacap Dilirik Jadi Bahan Baku SAF

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:05
Bulan Guru Nasional 2026, Dorong Peningkatan Kompetensi dan Kesejahteraan
Ekonomi

Harga Patokan Ekspor Emas Turun 1,68 Persen pada Awal November 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Mitsubishi Hadir di GIIAS Makassar 2026, Perkenalkan Ragam Pilihan Kendaraan untuk Kebutuhan Konsumen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12
Citilink dan Krispy Kreme Hadirkan Pengalaman Berbeda untuk Penumpang Lewat Program Surprise In
Ekonomi

Perkuat Komitmen di Pasar Indonesia, DFSK Perkenalkan Identitas Baru Kendaraan Komersial di PEVS 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:50

OLAHRAGA

Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar
Olahraga

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Editor Nasuha
Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13

INDOPOSCO.ID - Gelandang Persija Jakarta Stjepan Loncar mengingatkan timnya untuk mewaspadai tren positif Dewa United menjelang laga pekan kedelapan Super...

SelengkapnyaDetails
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57
catur

Borong 17 Medali, Percasi DKI Jakarta Kembali Rajai Kejurnas Catur 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:43

BERITA POPULER

  • Karhutla Masih Marak, BNPB Ingatkan Pelaku Usaha Tak Bakar Lahan

    Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5157 shares
    Share 2063 Tweet 1289
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1152 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1004 shares
    Share 402 Tweet 251
  • Kementerian PKP Bedah Rumah Warga Tak Mampu di Kampung Ambon

    1267 shares
    Share 507 Tweet 317
  • Lahan Perhutanan Sosial Seluas 638 Hektar di Humbang Hasundutan Resmi Dikelola Kelompok Tani

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.