INDOPOSCO.ID – Pelaksanaan Gelombang Pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/MA/SMK dan sederajat telah rampung. Tercatat sebanyak 1.601.449 murid mengikuti asesmen yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut.
Penyelesaian gelombang pertama ini juga mencakup pelaksanaan sesi khusus pada Jumat (30/10/2026) kemarin. Sesi tersebut digelar sebagai tindak lanjut atas kendala teknis yang terjadi pada Gelombang 1 Hari Kedua Sesi 1.
Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 530.930 murid mengikuti sesi khusus sesuai Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 22 Tahun 2026.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengingatkan bahwa TKA bukan merupakan asesmen wajib bagi seluruh murid. Hasilnya juga tidak menjadi penentu kelulusan peserta didik.
Menurutnya, TKA diselenggarakan untuk memperoleh informasi mengenai capaian akademik murid. Data tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran.
Toni pun mengajak seluruh murid mengikuti TKA dengan menjunjung tinggi kejujuran dan semangat positif. Dia meminta peserta mengerjakan soal secara mandiri serta percaya terhadap kemampuan masing-masing.
“Kami mengajak seluruh murid untuk mengikuti TKA dengan jujur dan gembira. Kerjakan soal secara mandiri, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan jadikan hasilnya sebagai bahan refleksi untuk terus belajar dan berkembang,” ujar Toni dalam keterangan, Sabtu (31/10/2026).
Dia menegaskan, TKA tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan. Sebaliknya, asesmen tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk mengenali kemampuan dan capaian belajar mereka.
Menurutnya, hasil TKA nantinya diharapkan memberikan gambaran objektif mengenai kemampuan akademik peserta didik. Informasi itu dapat digunakan satuan pendidikan, pendidik, hingga orang tua untuk memahami kebutuhan belajar murid.
“Hasil asesmen nanti bisa menjadi dasar dalam merumuskan langkah perbaikan pembelajaran, agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik,” ujarnya. (nas)


















