INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan anggaran penanganan banjir yang dikelola Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta tidak mengalami pemangkasan di tengah penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di sela peninjauan normalisasi Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026), guna menyikapi masuknya musim hujan pada November mendatang.
“Ya, pokoknya anggaran untuk SDA nggak dipotonglah,” kata Pramono di kawasan Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026 telah resmi ditetapkan dengan total anggaran sebesar Rp81,32 triliun. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan APBD Tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp91,86 triliun.
Penetapan APBD 2026 ditandai dengan disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026, yang diundangkan pada 23 Desember 2025.
Penurunan APBD Pemprov DKI Jakarta tersebut terutama disebabkan turunnya Pendapatan dari Transfer ke Daerah (TKD) yg dialokasikan Pemerintah Pusat, dari yang sebelumnya Rp26,14 triliun di Tahun Anggaran 2025 menjadi Rp11,16 triliun di TA 2026
Terhadap besaran APBD 2026 itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan fokus pada penanganan sejumlah isu strategis. Di antaranya penanganan sampah, pengendalian banjir, pencegahan stunting, penanggulangan kemiskinan, dan penanganan kemacetan.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah membenahi sejumlah sungai guna mengantisipasi banjir pada musim hujan mendatang. Kondisi musim kemarau dimanfaatkan secara optimal untuk mempercepat pengerjaan infrastruktur pencegahan banjir tersebut.
“Seperti yang saya sampaikan berulang kali, sebenarnya kalau teman-teman mau melihat, normalisasi sungai Ciliwung, Krukut, Cakung Lama, Mampang, Kali Angke, dan sebagainya, sekarang ini sedang kita lakukan pembenahan,” ujar Pramono.(dan)


















