INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Patra Niaga memperkuat penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah dengan menambah armada mobil tangki, mengoptimalkan operasional terminal, serta meningkatkan pelayanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan perusahaan terus memantau stok dan penyaluran BBM secara berkala. Pengiriman juga diprioritaskan ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan, dengan memperkuat koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU.
“Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga,” ujar Kitty dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan pemantauan operasional pada Selasa (27/10/2026), kondisi antrean BBM di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara telah kembali terkendali. Sementara itu, antrean di Lampung dan Gorontalo menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, perusahaan tetap mengintensifkan pemantauan dan penanganan distribusi di wilayah-wilayah tersebut.
Untuk mempercepat pasokan, Pertamina Patra Niaga menambah armada mobil tangki dan mengoptimalkan jam operasional terminal di sejumlah daerah. Di Jawa Timur, perusahaan menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter dengan kapasitas total 1.184 kiloliter (KL). Perusahaan juga mengoperasikan sejumlah terminal selama 24 jam serta mengoptimalkan pelayanan di 17 SPBU yang beroperasi 24 jam.
Di Sulawesi Utara, sebanyak 11 mobil tangki tambahan dengan kapasitas total 200 KL disiapkan melalui skema spot charter. Operasional Integrated Terminal (IT) Bitung juga diperpanjang menjadi 24 jam. Adapun di Lampung, penguatan distribusi dilakukan dengan menambah 20 mobil tangki berkapasitas total 320 KL serta mengalihkan pasokan sebesar 120 KL dari IT Palembang.
Secara nasional, Pertamina Patra Niaga memprioritaskan pengiriman ke SPBU yang membutuhkan penanganan khusus. Perusahaan juga menyiapkan pengalihan pasokan dari terminal penyangga jika diperlukan serta menyesuaikan jadwal mobil tangki dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah. Pemantauan dilakukan hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU.
Kitty menjelaskan, tantangan distribusi BBM di setiap wilayah berbeda-beda. Faktor seperti peningkatan permintaan, jarak tempuh, medan yang sulit, hingga kendala akses kapal menuju terminal dapat memengaruhi kelancaran pengiriman.
“Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait,” katanya.
Selain memperkuat pasokan, Pertamina Patra Niaga meningkatkan pengawasan distribusi dan pengaturan antrean di SPBU. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum juga dilakukan untuk mendukung kelancaran penyaluran serta memastikan distribusi BBM berjalan sesuai ketentuan.
Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Perusahaan menyatakan akan terus memantau kondisi pasokan dan pelayanan SPBU serta menyesuaikan langkah operasional berdasarkan perkembangan di lapangan. (her)


















