INDOPOSCO.ID – Di tengah tantangan menjaga produksi minyak dan gas bumi (migas), PT Elnusa Tbk (Elnusa) memperkuat strategi berbasis teknologi, efisiensi operasional, dan kolaborasi industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung produktivitas hulu migas sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Elnusa Energy Connect 2026, bagian dari rangkaian Elnusa Journalistic Award (EJA) 2026. Mengusung tema “Connecting Capabilities. Inspiring Action. Building Trust”, forum ini mempertemukan pakar energi, jajaran Pertamina Group, pelaku industri, dan pemimpin redaksi untuk membahas tantangan sektor energi sekaligus mempererat hubungan dengan insan pers.
Urgensi peningkatan produktivitas semakin besar seiring penurunan alamiah produksi lapangan migas dan kebutuhan energi yang terus meningkat. Dengan target lifting minyak nasional 610 ribu barel per hari pada 2026 dan asumsi 612,5 ribu barel per hari pada 2027, optimalisasi lapangan eksisting dan penerapan teknologi menjadi kunci untuk menjaga kinerja produksi.
Direktur Utama Elnusa, Litta Ariesca, menegaskan bahwa penguatan kompetensi, inovasi, dan keunggulan operasional merupakan fondasi perusahaan dalam menghadirkan layanan energi terintegrasi yang kompetitif. Ia juga mengapresiasi peran media dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Peran media dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, dan berimbang turut membangun pemahaman masyarakat terhadap kontribusi perusahaan dan dinamika sektor energi. Elnusa memandang kemitraan yang terbuka dengan media sebagai bagian penting dalam menjaga kredibilitas perusahaan sekaligus memperkuat kepercayaan publik,” kata Litta dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).
Dukungan juga disampaikan Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Hermansyah Y Nasroen. Ia menilai Elnusa Energy Connect menjadi ruang strategis untuk mempertemukan perspektif industri dan media, termasuk mendorong kualitas pemberitaan melalui kesinambungan ajang jurnalistik di lingkungan Pertamina.
“Kami menilai bahwa Elnusa Journalistic Award merupakan langkah positif dalam mendorong kualitas karya jurnalistik di sektor energi dan diharapkan dapat menjadi jembatan menuju Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP). Kesinambungan kedua ajang tersebut diharapkan mampu membuka ruang pengembangan yang lebih luas bagi insan pers dalam menghasilkan pemberitaan yang berkualitas dan memberikan nilai edukasi bagi masyarakat,” ujar Hermansyah.
Dipandu Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, diskusi dalam forum tersebut mengulas dinamika industri migas, penerapan teknologi, serta peluang pengembangan bisnis jasa energi untuk menopang target produksi nasional. Rustam menekankan pentingnya menyelaraskan kebutuhan lapangan dengan kesiapan teknologi dan kolaborasi antarpelaku industri.
“Ketahanan energi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan industri untuk berinovasi, beradaptasi terhadap perubahan, dan membangun kolaborasi yang kuat. Melalui Elnusa Energy Connect, kami ingin mendorong lahirnya gagasan dan sinergi yang dapat meningkatkan daya saing industri sekaligus mendukung pencapaian target energi nasional,” jelas Rustam.
Dari sisi industri, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan produksi migas sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan pemenuhan kebutuhan energi jangka panjang. Optimalisasi lapangan yang ada, efisiensi pengelolaan sumber daya, dan kesiapan menghadapi perubahan kebutuhan energi menjadi aspek penting dalam menjaga kinerja sektor ini.
Sementara itu, Senior Vice President Technology Innovation & Implementation PT Pertamina (Persero), Hana Timoti, menekankan bahwa inovasi perlu dirancang sesuai kebutuhan operasional dan diperkuat melalui kolaborasi antarentitas Pertamina Group.
“Penerapan teknologi yang sesuai dengan karakteristik lapangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, keselamatan, dan keandalan operasi, sekaligus membuka peluang pengembangan solusi teknologi yang lebih luas di lingkungan industri migas,” tutur Hana.
Strategi bisnis Elnusa dipaparkan Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, melalui tiga pilar utama: Cost Leadership, Synergy, dan Operational Excellence. Ketiganya diarahkan untuk menekan biaya, mengoptimalkan aset, serta memperkuat sinergi bisnis di lingkungan Pertamina Group.
“Dengan portofolio yang mencakup jasa hulu migas, pemeliharaan aset, serta distribusi dan logistik energi, Elnusa terus mengembangkan layanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung keberlangsungan operasional industri,” kata Andri.
Implementasi strategi tersebut tercermin dalam keterlibatan Elnusa pada proyek percontohan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) berbasis Polymer Flooding di Lapangan Rama, yang dikelola PHE OSES. Injeksi polimer yang dimulai pada Juli 2026 menjadi bagian dari upaya meningkatkan potensi produksi lapangan migas matang.
Elnusa juga mengembangkan layanan inspeksi dan integritas aset melalui PERTASTREAM In-Line Inspection Ultrasonic Testing (ILI UT), guna mendukung keandalan infrastruktur migas dan pemeliharaan aset secara optimal.
Selain mendorong pengembangan bisnis, Elnusa Energy Connect 2026 turut membawa pesan keberlanjutan melalui kampanye ELSA Green Bottle Movement. Inisiatif ini mengajak masyarakat menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab dan mendukung ekonomi sirkular. Sementara itu, Elnusa Journalistic Award 2026 menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi insan pers dalam menghadirkan informasi yang berkualitas.
“Melalui penyelenggaraan Elnusa Journalistic Award 2026, perusahaan memberikan apresiasi kepada insan pers atas dedikasi dan kontribusinya dalam menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, edukatif, dan berkualitas. Kedua inisiatif tersebut mencerminkan perhatian Elnusa terhadap keberlanjutan lingkungan sekaligus penguatan hubungan jangka panjang dengan para pemangku kepentingan,” tambahnya.
Melalui penguatan teknologi, efisiensi, dan kemitraan strategis, Elnusa menargetkan kontribusi yang semakin besar bagi produktivitas migas, daya saing industri, dan ketahanan energi nasional. Sinergi dalam ekosistem Pertamina Group serta hubungan konstruktif dengan media menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadapi tantangan energi ke depan. (her)


















