INDOPOSCO.ID – PT Energi Mega Persada Tbk (EMP) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September 2026, perusahaan migas ini membukukan laba bersih sebesar USD72 juta atau sekitar Rp1,26 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD55 juta atau sekitar Rp914 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih EMP sebesar 18 persen menjadi USD426 juta atau sekitar Rp7,42 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan bersih perusahaan tercatat sebesar USD361 juta atau sekitar Rp5,93 triliun.
Selain pertumbuhan penjualan dan laba bersih, EMP juga mencatatkan kenaikan laba usaha sebesar 44 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Peningkatan ini turut mendorong perbaikan margin operasional perusahaan menjadi 37 persen, dari sebelumnya 30 persen.
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer (CEO) EMP, Syailendra S. Bakrie, mengatakan perusahaan saat ini berfokus mempercepat produksi dari sejumlah temuan minyak di aset-aset migas yang dikelolanya.
Dalam 18 bulan terakhir, EMP mencatatkan temuan minyak sebesar 31 juta barel di Blok Malacca Strait, 20 juta barel di Blok Bentu, dan 15 juta barel di Blok South CPP.
“Kami telah mulai memproduksikan temuan minyak dari Blok Bentu dan Blok Malacca Strait, dan berencana untuk segera memproduksikan temuan di Blok South CPP,” ujar Syailendra, melalui keterangan resminya, Kamis (29/10/2026).
Selain mengoptimalkan potensi dari aset eksisting, EMP juga berupaya memperluas bisnis melalui akuisisi aset migas baru, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satu langkah yang tengah dijalankan adalah investasi di HighPeak Energy Inc., perusahaan minyak dan gas yang tercatat di NASDAQ dan beroperasi di Texas, Amerika Serikat.
Syailendra menyampaikan transaksi investasi EMP di HighPeak Energy diharapkan dapat diselesaikan sebelum akhir 2026. Perusahaan berharap kolaborasi tersebut mampu memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham sekaligus memperkuat pengembangan bisnis EMP.
Wakil Direktur Utama sekaligus Chief Financial Officer (CFO) EMP, Edoardus Ardianto, menambahkan bahwa perbaikan kinerja keuangan perusahaan ditopang oleh pertumbuhan pendapatan dan peningkatan margin operasional.
Menurut dia, EMP akan terus menerapkan pengelolaan keuangan secara prudent dalam mendukung kegiatan operasional serta pengembangan proyek-proyek perusahaan, dengan tetap menjaga fleksibilitas keuangan.
Dengan pertumbuhan kinerja keuangan dan pengembangan potensi produksi dari sejumlah temuan minyak, EMP berupaya menjaga momentum pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat kontribusinya di sektor minyak dan gas bumi. (rmn)


















