INDOPOSCO.ID – Dalam kurun dua pekan di bulan Oktober, Bea Cukai Jogjakarta menerima kunjungan industri dari pelajar SMK Bhumi Phala Parakan dan SMK Negeri 1 Lamongan, serta kunjungan studi akademik dari mahasiswa Universitas Darussalam Gontor. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi para pelajar dan mahasiswa untuk mengenal lebih dekat tugas dan fungsi Bea dan Cukai, khususnya dalam menjalankan peran di bidang pengawasan dan pelayanan untuk mendukung perekonomian nasional.
SMK Bhumi Phala Parakan melaksanakan kunjungan industri ke Kantor Bea Cukai Jogjakarta pada Rabu (7/10/2026). Kemudian dilanjutkan kunjungan industri dari SMK Negeri 1 Lamongan pada Rabu (14/10/2026) dan kunjungan studi akademik dari Universitas Darussalam Gontor pada Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar dan mahasiswa diperkenalkan dengan empat peran utama Bea Cukai, yaitu mengumpulkan penerimaan negara (revenue collector), melindungi masyarakat dari barang berbahaya dan ilegal (community protector), memfasilitasi kegiatan ekspor dan impor (trade facilitator), serta mendukung perkembangan industri dalam negeri (industrial assistance).
Selain mengenal tugas dan fungsi utama Bea dan Cukai, para pelajar dan mahasiswa juga mendapatkan gambaran bagaimana Bea dan Cukai melaksanakan tugas sehari-hari, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi, seperti aneka beragam modus penyelundupan dan pelanggaran yang semakin berkembang.
Kondisi tersebut menuntut pengawasan yang efektif serta dukungan bantuan dan koordinasi yang baik dengan instansi terkait maupun masyarakat. Di sisi lain, pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha juga perlu terus ditingkatkan agar kegiatan kepabeanan dan cukai dapat berjalan dengan baik.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Jogjakarta, Riri Riani, mengungkapkan bahwa bahwa edukasi kepada masyarakat merupakan bagian penting untuk meningkatkan pemahaman mengenai kepabeanan dan cukai. Menurutnya, penyampaian informasi yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenal tugas dan fungsi Bea Cukai sekaligus memahami ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membuka ruang interaksi bagi generasi muda untuk memahami kontribusi kepabeanan dan cukai terhadap perekonomian dan penerimaan negara, sekaligus membangun pemahaman dan kesadaran terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai sejak dini,” pungkas Riri. (ipo)


















