INDOPOSCO.ID – Material pesawat yang telah habis masa guna operasional tak harus berakhir menjadi limbah. Garuda Indonesia berkolaborasi dengan EIGER menyulap rompi pelampung (life vest) dan pelapis kursi pesawat (seat cover) menjadi pouch fungsional melalui pendekatan upcycling.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Garuda memperkuat konsep green airline dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya sekaligus menciptakan produk bernilai tambah.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menegaskan keberlanjutan tidak hanya menyangkut efisiensi penerbangan, tetapi juga cara perusahaan mengelola material yang sudah tidak digunakan.
“Komitmen menuju green airline tidak hanya diwujudkan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga bagaimana kami dapat mengelola sumber daya secara lebih bertanggung jawab,” ujar Thomas dalam keterangannya, Selasa (20/10/2026).
“Bersama EIGER, kami ingin menunjukkan bahwa material pesawat yang telah menyelesaikan fungsi operasionalnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang fungsional dan bernilai tambah, sekaligus membuka ruang inovasi bersama brand lokal Indonesia,” sambungnya.
Kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui showcase flight GA118 rute Jakarta–Kualanamu pada 6 Oktober 2026. Sebanyak 200 produk disiapkan untuk memperkenalkan inovasi tersebut kepada pelanggan Garuda.
Dalam pengembangannya, Garuda memasok sekitar 60 kilogram material rompi pelampung dan 30 kilogram pelapis kursi pesawat. Material itu diolah menjadi sejumlah varian pouch, termasuk berbahan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat.
“Karakteristik asli material tetap dipertahankan sehingga setiap produk memiliki ciri khas tersendiri. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan perlengkapan, tas-tas tersebut juga membawa cerita tentang perjalanan penerbangan Garuda Indonesia,” jelas Thomas.
Inisiatif ini turut mendukung partisipasi Garuda Indonesia dalam The Aviation Challenge (TAC) 2026, ajang SkyTeam yang mendorong inovasi berkelanjutan di industri penerbangan dengan dukungan International Air Transport Association (IATA).
“Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari keikutsertaan Garuda Indonesia dalam TAC 2026, ajang internasional yang diselenggarakan SkyTeam dengan dukungan IATA. Program tersebut mendorong inovasi dan penerapan praktik keberlanjutan di industri penerbangan,” tambahnya.
Lewat kolaborasi ini, Garuda dan EIGER menunjukkan bahwa material yang telah menuntaskan tugasnya di pesawat masih bisa memiliki fungsi baru, sekaligus membawa semangat keberlanjutan dari kabin ke aktivitas sehari-hari. (her)

















