INDOPOSCO.ID – Kondisi pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali menunjukkan pemulihan yang signifikan berkat sinergi kuat antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Bali, dan PT Pertamina (Persero).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat melakukan peninjauan langsung di Fuel Terminal Sanggaran, Bali, Senin (19/10).
Gerak Cepat Pertamina dan Penguatan Armada
Untuk mengatasi kendala distribusi sebelumnya, Pertamina bergerak cepat dengan melipatgandakan jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali dari tiga kapal menjadi tujuh kapal. Langkah ini didukung penuh oleh optimalisasi operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa kelancaran energi adalah denyut nadi perekonomian, pariwisata, dan UMKM di Bali. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengevaluasi serta memperkuat seluruh rantai pasok dari hulu ke hilir.
Dukungan Kebijakan Daerah dan Sinergi Lintas Sektor
Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi kerja cepat Pertamina serta jajaran TNI, Polri, dan masyarakat. Sejak akhir pekan lalu, suplai ke SPBU dilaporkan berangsur normal dan antrean mulai terurai.
Guna menjaga kelancaran lalu lintas dan operasional SPBU, kebijakan pengaturan aktivitas seperti bekerja dari rumah, sekolah daring, serta penerapan sistem ganjil-genap kendaraan diperpanjang hingga 23 Oktober 2026.
Dari sisi operasional, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menambahkan bahwa penguatan pasokan kargo Pertamax dan distribusi hingga ke tingkat Pertashop juga dimaksimalkan.
Ketahanan Nasional Terjaga
Secara nasional, Menteri ESDM memastikan bahwa cadangan stok BBM tetap aman terkendali. Cadangan Pertalite berada di kisaran 16–18 hari, sementara jenis BBM lainnya aman di atas 20 hari. Tantangan geografis dan cuaca di beberapa wilayah luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera juga diantisipasi melalui optimalisasi jalur darat.
Di akhir kunjungan, pihak Pertamina menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali atas dukungan serta pengertian selama proses pemulihan berlangsung. (rmn)

















