INDOPOSCO.ID – Program hilirisasi mineral terus menjadi penggerak utama investasi sekaligus strategi pemerintah dalam membangun basis industri nasional. Langkah ini dilakukan dengan menghentikan ekspor bahan mentah dan mendorong pengembangan rantai nilai mineral dari sektor pertambangan hingga menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa hilirisasi memberikan kontribusi signifikan terhadap investasi nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 30 persen dari total investasi Indonesia dengan nilai mencapai US$61 miliar, atau naik 7,2 persen.
“Indonesia memiliki cadangan penting dunia untuk nikel, bauksit, tembaga, dan mineral kritis strategis lainnya. Tujuan kita adalah membangun industri, sehingga hilirisasi tetap menjadi pilar utama strategi ekonomi kita,” ujar Rosan dalam forum Indonesia Sustainability Forum (ISF) di Jakarta.
Rosan menambahkan, fokus hilirisasi saat ini tidak hanya pada pembangunan fasilitas pengolahan mineral, tetapi juga pembentukan ekosistem industri yang terintegrasi. Ekosistem ini menghubungkan sektor pertambangan, pemrosesan, manufaktur, energi bersih, hingga teknologi.
Dalam pelaksanaannya, langkah penguatan rantai nilai mineral strategis ini salah satunya dijalankan oleh Grup MIND ID. BUMN ini mengoperasikan hilirisasi pada komoditas nikel, bauksit-alumina-aluminium, dan tembaga agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar di dalam negeri. Selain itu, persiapan industri daur ulang juga dilakukan untuk mendukung ekosistem industri sirkuler.
Pada sektor nikel, hilirisasi difokuskan untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik nasional melalui Indonesia Battery Corporation (IBC). Sementara pada sektor bauksit dan tembaga, pengolahan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri manufaktur, kelistrikan, dan elektronik nasional.
“Ada tiga bidang utama yang menonjol, salah satunya elektrifikasi. Mulai dari tambang, sel baterai, hingga mobil listrik. Saat ini Indonesia sudah memproduksi sel baterai melalui kerja sama dengan Hyundai serta CATL dan IBC,” kata Rosan. (adv)

















