INDOPOSCO.ID – Inovasi pengeboran kembali menunjukkan hasil positif bagi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Sumur GNK-115 di Struktur Gunung Kemala, wilayah kerja Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, mencatat potensi produksi minyak mencapai 2.423,29 barel per hari (barrels of oil per day/BOPD) dalam uji alir awal pada 5 Oktober 2026. Sumur tersebut juga menunjukkan potensi produksi gas sebesar 1,95 juta kaki kubik standar per hari (*million standard cubic feet per day*/MMSCFD).
Pencapaian ini menjadi salah satu hasil dari penerapan batch drilling, strategi pengeboran yang memungkinkan pengerjaan sejumlah sumur berdekatan secara bertahap tanpa harus berulang kali membongkar dan memasang kembali rig. Pendekatan tersebut diterapkan PHR Zona 4 dalam pengembangan Sumur GNK-115 dan sejumlah sumur lain di Struktur Gunung Kemala sejak 21 Juli 2026.
Melalui metode ini, kegiatan pengeboran dirancang agar lebih terintegrasi, dengan pemanfaatan rig yang lebih efisien. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengoptimalkan pengembangan lapangan sekaligus menjaga keandalan operasi hulu minyak dan gas bumi.
General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto menegaskan bahwa inovasi menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Seluruh insan PHR Zona 4 terus berinovasi dalam mendukung ketahanan energi nasional. Pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat kami untuk tak pernah berhenti mencari terobosan-terobosan baru yang andal dan berkelanjutan,” ujar Heru dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).
Tak hanya mencatat potensi produksi, pengembangan GNK-115 juga diiringi catatan keselamatan kerja yang positif. Sejak pertama kali tajak, operasi pengeboran sumur tersebut membukukan 57.288 jam kerja selamat (safe man hours). Capaian ini mencerminkan pentingnya penerapan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE), yang berjalan beriringan dengan keunggulan operasional (Operational Excellence).
GNK-115 merupakan sumur pengembangan kedua di Struktur Gunung Kemala yang dibor menggunakan metode batch drilling. Sebelumnya, pada akhir September 2026, PHR Zona 4 juga berhasil mengembangkan Sumur GNK-114 melalui kombinasi metode batch drilling dan teknik komplesi dual completion.
Keberhasilan pada kedua sumur tersebut menjadi modal bagi PHR Zona 4 untuk melanjutkan pengembangan sumur-sumur berikutnya. Perusahaan menargetkan penyelesaian pengeboran menggunakan metode batch drilling pada sumur GNK-PD68 dan GNK-PD79, sebagai bagian dari upaya mendorong produksi minyak dan gas di wilayah kerja PEP Prabumulih Field serta PHR Zona 4 secara keseluruhan.
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto menyampaikan bahwa pencapaian ini akan menjadi pijakan untuk memperkuat strategi pengelolaan lapangan, khususnya lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field).
“Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi,” tutur Reza.
Bagi PHR Zona 4, penerapan batch drilling bukan sekadar pilihan metode teknis, melainkan bagian dari strategi untuk meningkatkan efektivitas pengembangan sumur dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang tersedia. Dengan melanjutkan inovasi serta menjaga standar keselamatan dan keunggulan operasi, perusahaan berupaya memperkuat kontribusi produksi migas dari Prabumulih bagi ketahanan energi nasional. (her)

















