INDOPOSCO.ID – Pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin yang meminta masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk “beradaptasi” menuai kritik tajam dari publik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait polemik diksi tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menjelaskan, pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin bukan berarti pemerintah lepas tangan dalam menangani masalah karhutla.
“Istilah ‘adaptasi’ bukan berarti pasrah atau membiarkan masyarakat menghadapi situasi ini sendiri,” ujar Aji kepada INDOPOSCO melalui gawai, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, Kemenkes memastikan jaminan kesehatan publik tetap berjalan melalui langkah edukasi, pencegahan, penyiapan personel medis, penyaluran logistik, dan layanan kesehatan.
“Kemenkes tetap bertanggung jawab dalam upaya perlindungan kesehatan melalui edukasi, pencegahan, mobilisasi SDM kesehatan, penyediaan logistik dan pelayanan kesehatan,” ucapnya.
Pemerintah memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak asap karhutla, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki gangguan kesehatan.
“Kami ingin masyarakat memitigasi risiko dengan melindungi diri dan keluarganya, serta terus mengajak pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong melindungi warga dan mengurangi risiko paparan asap,” ungkap Aji.
“Keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas,” tambahnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan serta melindungi kesehatan diri
Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta Pusat, pada Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, langkah yang bisa dilakukan dari sisi kesehatan adalah melindungi masyarakat agar tidak terlalu banyak terpapar asap.
“Kami (Kemenkes) tidak bisa menghentikan asapnya. Dengan kondisi alam yang ada saat ini, kita sebagai manusia harus mau beradaptasi,” tutur Budi Gunadi Sadikin terpisah di Jakarta baru-baru ini. (dan)

















