• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

DPR Desak Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Sediakan Ruang Udara Bersih bagi Warga

Dilianto Editor Dilianto
Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:34
in Nasional
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. Foto: Dok. DPR RI

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago. Foto: Dok. DPR RI

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah dengan kondisi terparah, termasuk Kalimantan Tengah (Kalteng). Desakan ini muncul menyusul memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla yang mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Irma meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengambil langkah konkret untuk melindungi warga terdampak, mulai dari penambahan tenaga kesehatan hingga pemenuhan kebutuhan obat-obatan di wilayah yang mengalami paparan asap parah.

BacaJuga:

Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

Hari Pangan Sedunia 2026, FKBI Desak Pemerintah Evaluasi Tujuh Masalah Krusial Pangan Nasional

“Hari ini saya minta Kemenkes untuk menetapkan wilayah Kalteng sebagai wilayah KLB Karhutla. Saya juga sudah meminta Kemenkes menambah SDM kesehatan dan obat-obatan di wilayah terdampak Karhutla yang kondisinya sangat parah,” ujar Irma dalam keterangan pers, Jumat (16/10/2026).

Selain penetapan status KLB, Irma menekankan pentingnya pemetaan wilayah dengan tingkat paparan asap tinggi agar pemerintah dapat memberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan secara tepat sasaran. Penanganan sejak dini, menurutnya, diperlukan untuk mencegah kondisi kesehatan warga semakin memburuk.

Ia juga mendorong Kemenkes berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah untuk mengintegrasikan informasi kualitas udara dengan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan demikian, wilayah yang mengalami paparan asap tinggi dapat memperoleh tambahan tenaga medis, persediaan obat-obatan, serta layanan rujukan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Warga perlu mengetahui langkah perlindungan yang sesuai dan tempat memperoleh pertolongan. Pelayanan kesehatan harus siap mengikuti perubahan keadaan, termasuk ketika paparan asap Karhutla berlangsung berkepanjangan,” tegasnya.

Irma turut meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan gangguan kesehatan lainnya. Kelompok tersebut dinilai membutuhkan perlindungan lebih intensif karena berisiko mengalami dampak kesehatan yang lebih serius akibat paparan asap.

Keluhan masyarakat di sejumlah wilayah terdampak juga menjadi perhatian. Warga dilaporkan menghadapi kondisi asap yang semakin mengkhawatirkan, bahkan terdapat anak-anak yang mengalami sesak napas dan membutuhkan penanganan tambahan.

DPR Dorong Penyediaan Clean Air Shelters

Desakan perlindungan kesehatan juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. Ia menegaskan bahwa upaya melindungi masyarakat dari dampak asap karhutla tidak boleh menunggu hingga kebakaran berhasil dipadamkan.

“Artinya, perlindungan kesehatan tidak harus menunggu sampai api padam,” kata Charles dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Charles meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat perlindungan bagi masyarakat dengan menyediakan fasilitas publik yang dilengkapi penyaring udara. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai Clean Air Shelters atau ruang perlindungan dengan udara bersih bagi warga yang terdampak kabut asap.

Menurutnya, penyediaan ruang udara bersih menjadi langkah penting, terutama bagi keluarga yang memiliki balita, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan. Fasilitas serupa telah dimanfaatkan di sejumlah negara yang menghadapi kebakaran hutan besar sebagai salah satu upaya melindungi warga dari paparan asap.

Charles menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan dampak kesehatan yang ditimbulkan. Pemerintah, kata dia, tidak cukup hanya memberikan pengobatan kepada warga yang sakit jika mereka masih terus terpapar asap berbahaya.

“Kita tidak bisa hanya mengobati masyarakat yang sakit, sementara mereka masih terus terpapar asap berbahaya,” ujarnya.

Karena itu, Charles mendesak pemerintah segera memperbanyak Clean Air Shelters dengan memanfaatkan fasilitas publik yang tersedia. Ia juga menekankan pentingnya memastikan penyaring udara berfungsi dengan baik, kualitas udara dipantau secara berkala, serta masyarakat dapat mengakses fasilitas tersebut secara gratis.

“Pemerintah sepertinya tidak bisa menjamin kapan api akan padam. Tetapi pemerintah punya kewajiban untuk memastikan rakyat tidak terus-menerus dipaksa menghirup udara beracun tanpa tempat berlindung!” pungkasnya.

Kedua legislator tersebut menekankan bahwa penanganan karhutla harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat. Selain pemadaman api, pemerintah dituntut memastikan ketersediaan layanan medis, obat-obatan, informasi kualitas udara, dan ruang perlindungan yang memadai agar risiko kesehatan akibat paparan asap berkepanjangan dapat ditekan.(dil/her)

Tags: DPR RIKarhutlaKLB KarhutlaKomisi IX

Berita Terkait.

Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna
Nasional

Dari Penggerak Zakat hingga Jurnalis Hilang, BAZNAS Hadirkan Apresiasi Penuh Makna

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:00
menpar
Nasional

Kemenpar Ajak Agen Perjalanan Singapura Eksplorasi Wisata Berkualitas Jogjakarta Lewat Famtrip

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23
pangan
Nasional

Hari Pangan Sedunia 2026, FKBI Desak Pemerintah Evaluasi Tujuh Masalah Krusial Pangan Nasional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:03
asap
Nasional

Atasi Asap Karhutla Sumsel, BNPB Terapkan Penyemaian Dry Ice

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:22
hutla
Nasional

Soal Status Bencana Nasional Karhutla, Kepala BNPB Bilang Begini

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:21
iski
Nasional

Ilmu Komunikasi Harus Perkuat Etika dan Kepercayaan Publik di Era AI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:38

OLAHRAGA

gp
Olahraga

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Editor Laurens Dami
Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 atau MotoGP Mandalika turut didukung oleh kelancaran logistik lintas negara....

SelengkapnyaDetails
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    1358 shares
    Share 543 Tweet 340
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1047 shares
    Share 419 Tweet 262
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    988 shares
    Share 395 Tweet 247
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.