INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman memberi sinyal mengenai sosok pemimpin Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Badan baru di era Presiden Prabowo Subianto itu dibentuk khusus untuk memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
“Tadi kalau ndak salah ya Profesor Satyawan Pudyatmoko (Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem Kementerian Kehutanan), kalau nggak salah itu dari Kementerian Kehutanan,” kata Dudung di Jakarta, Senin (12/10/2026).
Ia enggan banyak bicara soal sosok yang akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto itu. Namun, menurutnya, Satyawan merupakan figur yang tepat membantu menangani masalah karhutla.
“Ya, ahlinya kalau ndak salah,” ujar Dudung.
Sementara itu, waktu pelantikan pejabat baru di lembaga tersebut belum diumumkan. Meski demikian, pelantikan diperkirakan bakal dilakukan dalam waktu dekat.
“Tadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik,” jelas mantan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) itu.
Keputusan pembentukan BPGMN tersebut menjadi salah satu hasil dari diskusi Prabowo bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, (24/9/2026).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa BPGMN akan melibatkan para ilmuwan dan profesional. Pelibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat berbagai upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem deteksi dini dan titik panas sebagai bagian dari pengelolaan kawasan gambut yang lebih komprehensif.
Pendekatan tersebut menunjukkan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan pengetahuan ilmiah, teknologi, penguatan operasi lapangan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan gambut serta pencegahan karhutla.
“Dengan mempertemukan pengetahuan para ilmuwan, teknologi, dan pengalaman masyarakat di lapangan, pengelolaan gambut diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh, sekaligus menjaga ekosistem dan mencegah karhutla agar tidak terus berulang,” ujar Seskab Teddy terpisah dalam keterangannya baru-baru ini.(dan)

















