INDOPOSCO.ID – Transformasi industri mineral nasional terus menunjukkan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi Indonesia. Melalui investasi strategis dan pengembangan hilirisasi yang terintegrasi, sektor pertambangan kini berkembang menjadi penggerak industrialisasi yang memperkuat nilai tambah, investasi, dan penerimaan negara.
Atas konsistensinya dalam membangun investasi strategis yang memperkuat hilirisasi dan industrialisasi nasional tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit 2026, pada 7-8 Oktober lalu.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen MIND ID dalam mengarahkan investasi pada sektor pertambangan yang tidak hanya memperkuat kinerja korporasi, tetapi juga memperluas basis industri nasional dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi meningkat mendekati 38%–39%, dibanding kisaran 28%–32% pada periode sebelumnya. Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi bahkan menembus sekitar Rp9.100 triliun.
”Hilirisasi merupakan mesin transformasi ekonomi Indonesia karena mampu membangun rantai industri yang utuh di dalam negeri sehingga nilai tambah, investasi, dan aktivitas ekonomi dapat semakin banyak dinikmati oleh Indonesia,” ujar Rosan.
Sebagai perpanjangan tangan negara, MIND ID terus mengarahkan investasi pada pembangunan ekosistem industri mineral dari hulu hingga hilir. Proyek strategis yang dikembangkan mencakup ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi di Kalimantan Barat, pemurnian dan pengolahan logam mulia di Gresik, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menegaskan, investasi yang dijalankan korporasi berfokus pada penguatan rantai nilai mineral untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan negara, sesuai amanat Pasal 33 ayat (3) UUD 1945.
“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat,” kata Dany.
Ia memaparkan gambaran nyata dampak investasi hilirisasi pada komoditas bauksit. Bauksit mentah yang awalnya bernilai sekitar 40 dolar AS per ton dapat melonjak menjadi 350 dolar AS per ton setelah diolah menjadi alumina. Nilainya bahkan menembus sekitar 3.200 dolar AS per ton ketika diproses menjadi aluminium.
Lonjakan nilai tambah hingga puluhan kali lipat tersebut secara langsung membuka lapangan kerja baru, memperluas basis investasi, serta memperbesar potensi penerimaan negara.
Langkah serupa juga diterapkan pada komoditas nikel, yang kini diolah menjadi material baterai hingga ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari industri masa depan.
Dany menegaskan bahwa ke depan, investasi pertambangan MIND ID akan terus dilanjutkan demi mendukung kedaulatan ekonomi nasional.
“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru, tetapi bagaimana memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan. Inilah fondasi yang memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkanya. (adv)

















