INDOPOSCO.ID – Bea Cukai gencarkan upaya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat terkait ketentuan kepabeanan dan cukai.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati mengatakan melalui kolaborasi aktif dengan sivitas akademika, kantor-kantor bea cukai di berbagai daerah mengedepankan pendekatan preventif untuk memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya pengawasan barang kena cukai serta dinamika perdagangan internasional.
Di Tangerang, Kanwil Bea Cukai Banten menggelar Customs Goes to Campus di Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutera, Tangerang Selatan, pada Kamis (24/9/2026). Di hadapan 176 mahasiswa, Bea Cukai membahas praktik perdagangan global, pengawasan ekspor-impor, hingga pendampingan UMKM melalui program Klinik Ekspor guna membekali mahasiswa menghadapi dunia bisnis lintas negara.
Langkah serupa dilaksanakan Kanwil Bea Cukai Jateng DIY bersama Pemprov Jawa Tengah lewat sosialisasi “Gempur Rokok Ilegal” di Semarang pada Senin (29/9/2026).
Menyasar mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP), kegiatan ini mendorong generasi muda menjadi agen edukasi yang aktif menolak serta melaporkan indikasi peredaran rokok ilegal demi melindungi masyarakat dari dampak merugikan barang ilegal.
Kemudian di Yogyakarta, pada Rabu (30/9) Bea Cukai Yogyakarta kedatangan rombongan mahasiswa Program Studi Diplomasi Pertahanan dan Keamanan, UPN “Veteran” Yogyakarta, untuk diskusi interaktif.
Mengusung tema “Pertempuran Tersembunyi di Perbatasan,” kedua pihak mendiskusikan tantangan yang dihadapi oleh petugas Bea Cukai dalam menjaga perbatasan Indonesia dan mengendalikan pergerakan barang.
“Diskusi tersebut berfokus pada berbagai metode yang digunakan untuk menyelundupkan dan mendistribusikan barang secara ilegal melintasi perbatasan, serta strategi dan tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh Bea Cukai untuk mendeteksi, mencegah, dan mengambil tindakan terhadap pelanggaran,” jelas Netty.
Melalui kunjungan ini, para siswa dapat melihat bahwa pertempuran di perbatasan tidak selalu terlihat.
“Di balik setiap inspeksi dan tindakan penegakan hukum terdapat upaya berkelanjutan untuk mengantisipasi risiko, mengungkap pelanggaran, dan memastikan bahwa perbatasan Indonesia tetap aman. Perbatasan mungkin merupakan garis depan, tetapi kewaspadaan, kolaborasi, dan pengetahuan adalah kunci untuk menjaganya tetap aman,” tambah Netty.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi dan elemen masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperluas literasi publik.
“Kami ingin sebagai mitra masyarakat dan akademisi. Melalui kolaborasi dengan sivitas akademika, mahasiswa dan warga tidak hanya memahami aturan kepabeanan dan cukai, tetapi juga merasakan manfaat nyata, seperti perlindungan dari barang ilegal hingga peluang pemberdayaan ekonomi melalui pendampingan ekspor UMKM,” kata Netty.
Bea Cukai berharap penyelenggaraan edukasi berkelanjutan dan keterlibatan langsung kampus serta masyarakan akan menciptakan ekosistem masyarakat yang taat hukum, paham peran strategis kepabeanan, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (ipo)

















