INDOPOSCO.ID – Bea Cukai bersama pemerintah daerah secara masif menggelar sosialisasi aturan cukai dan gerakan “Gempur Rokok Ilegal” di berbagai wilayah. Langkah ini merupakan upaya preventif guna mengamankan penerimaan negara, melindungi kesehatan publik, serta mengembalikan manfaat dana cukai kepada masyarakat.
Di Sleman, Bea Cukai Yogyakarta dan Satpol PP Sleman membekali para pamong, Satlinmas, hingga pedagang eceran di Aula Kalurahan Sendangsari pada Selasa (15/9/2026). Warga diajarkan mengidentifikasi ciri-ciri rokok ilegal agar mampu menjadi mitra aktif pencegahan di lingkungannya.
Upaya pelibatan generasi muda juga dilakukan Bea Cukai Sidoarjo bersama Satpol PP Kabupaten Mojokerto pada Kamis (17/9/2026) dengan merangkul 50 Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (PPI) di Kabupaten Mojokerto sebagai agen informasi pencegahan barang kena cukai ilegal.
Sinergi berlanjut di Kalimantan Tengah. Bea Cukai Sampit dan Satpol PP Seruyan menyelenggarakan sosialisasi di Aula Kecamatan Seruyan Tengah pada Senin (21/9/2026) dan Aula Kecamatan Seruyan Hulu pada Selasa (22/9/2026). Selain mengedukasi perangkat desa hingga pelaku usaha, kegiatan ini menekankan pentingnya penerimaan pajak rokok yang 50 persennya dialokasikan untuk layanan kesehatan, seperti BPJS, serta pembangunan infrastruktur daerah.
Sementara itu, Bea Cukai Bandar Lampung mengumpulkan jajaran Pemkab/Pemkot se-Provinsi Lampung di Aula Bea Cukai Bandar Lampung pada Rabu (7/10/2026). Pertemuan ini membahas rencana pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) 2027 serta optimalisasi aplikasi Sistem Pelaporan Rokok Ilegal (SIROLEG) untuk mempermudah pelaporan dan operasi bersama di lapangan.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menegaskan bahwa sosialisasi berkelanjutan ini berfokus pada dampak positif bagi masyarakat luas.
“Edukasi dan penegakan hukum di bidang cukai bukan sebatas mengamankan pendapatan negara, melainkan memastikan masyarakat terlindungi dari dampak barang ilegal. Melalui optimalisasi DBH CHT dan Pajak Rokok, hasilnya kembali ke daerah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan, kesejahteraan warga, hingga pembangunan infrastruktur,” ujarnya.
Melalui sinergi erat lintas daerah ini, Bea Cukai berharap kesadaran hukum masyarakat makin meningkat sehingga peredaran rokok ilegal dapat ditekan secara optimal demi mendukung kemandirian ekonomi daerah. (ipo)
















