• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BRIN Kembangkan Teknologi Surya Biomassa, Kayu Murah Bisa Jadi Produk Premium

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:36
in Nasional
Ilustrasi kayu. Foto: Dok Kemenhut

Ilustrasi kayu. Foto: Dok Kemenhut

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pengeringan kayu berbasis energi surya dan biomassa yang dipadukan dengan modifikasi ramah lingkungan. Inovasi ini berpotensi meningkatkan kualitas kayu cepat tumbuh yang selama ini bernilai rendah menjadi bahan baku produk premium, seperti komponen furnitur.

Peneliti BRIN Prof. Efrida Basri menjelaskan, bahwa inovasi tersebut menjadi solusi atas tantangan industri perkayuan nasional yang semakin mengandalkan kayu dari hutan tanaman.

BacaJuga:

Banjir Padang Rendam Ratusan Rumah, 672 Warga Mengungsi

Wamendikdasmen: Digitalisasi PAUD Harus Tingkatkan Mutu Pembelajaran

KKP Dukung Koperasi di Bima hingga Sukses Produksi Garam Merah Putih

Menurut dia, kayu cepat tumbuh memang dapat dipanen dalam waktu relatif singkat. Namun, jenis kayu ini umumnya memiliki kadar air tinggi sehingga rentan menyusut, retak, berubah dimensi, serta mengalami kerusakan akibat serangan rayap dan jamur.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pemanfaatan kayu cepat tumbuh untuk produk bernilai tambah tinggi masih terbatas. Karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang mampu meningkatkan kualitas sekaligus menekan biaya produksi dan ketergantungan terhadap energi fosil.

Efrida menawarkan dua pendekatan utama, yakni pengeringan terkendali dan modifikasi kayu. Proses pengeringan dilakukan untuk menurunkan kadar air secara terukur, sedangkan modifikasi bertujuan meningkatkan stabilitas dimensi, kekerasan, serta ketahanan kayu terhadap organisme perusak.

“Keunggulan teknologi ini terletak pada pemanfaatan energi surya sebagai sumber panas utama pada siang hari. Ketika intensitas matahari menurun, proses pengeringan dapat didukung energi biomassa,” terangnya, Minggu (11/10/2026).

Ia menambahkan, limbah pengolahan kayu, seperti serbuk gergaji, serpihan kayu, dan ranting, juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sementara itu, bahan organik yang berasal dari kulit dan serbuk kayu berpotensi digunakan dalam proses modifikasi.

“Pengembangan teknologi pengeringan berbasis energi surya-biomassa mendorong transisi industri kayu menuju energi terbarukan, mengurangi ketergantungan pada energi fosil, menekan biaya, serta meningkatkan kualitas kayu cepat tumbuh melalui modifikasi yang ramah lingkungan,” jelas Efrida.

Ia mencontohkan, penerapan teknologi tersebut pada kayu jabon berumur lima tahun. Dalam bentuk dolok, kayu ini memiliki stabilitas dimensi rendah dan termasuk kelas awet IV. Nilai ekonominya sekitar Rp625 ribu per meter kubik.

Menurutnya, melalui pengeringan hibrida surya-biomassa dan modifikasi menggunakan senyawa organik, kualitas kayu jabon berpotensi ditingkatkan menjadi bahan komponen furnitur dengan stabilitas dimensi dan ketahanan biologis lebih baik. Bahkan, tingkat keawetannya berpeluang meningkat hingga kelas I atau II.

Peningkatan kualitas tersebut membuka peluang bagi industri perkayuan untuk mengolah kayu cepat tumbuh menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.
Dari sisi ekonomi, hasil analisis yang dipaparkan Efrida menunjukkan biaya produksi komponen kayu melalui metode pengawetan konvensional sekitar Rp6,665 juta per meter kubik. Sementara itu, metode modifikasi membutuhkan biaya sekitar Rp6,965 juta per meter kubik.

Artinya, lanjut dia, terdapat selisih biaya Rp300 ribu per meter kubik atau sekitar 4,5 persen. Tambahan biaya tersebut dinilai sebanding dengan potensi peningkatan kualitas, terutama dalam hal stabilitas dimensi dan ketahanan terhadap organisme perusak.

“Potensi ini membuka peluang bagi industri furnitur, termasuk usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mengolah kayu cepat tumbuh menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi,” ungkapnya.

Teknologi pengeringan hibrida tersebut, masih ujar dia, telah diuji melalui pengembangan prototipe di Jepara dan Bogor. Bergantung pada jenis kayu dan kondisi pengeringan, prosesnya dapat berlangsung sekitar tiga hari hingga beberapa minggu.

“Durasi tersebut jauh lebih singkat dibandingkan pengeringan alami yang dapat memerlukan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun,” katanya.

Meski demikian, lanjutnya, penerapan teknologi secara lebih luas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya adalah kebutuhan investasi awal untuk membangun fasilitas pengeringan dan menyediakan peralatan modifikasi kayu.

Efrida menekankan pentingnya dukungan kebijakan, kolaborasi antara peneliti, akademisi, pemerintah, dan industri, serta standardisasi dan sertifikasi mutu. Langkah tersebut diperlukan agar teknologi hasil riset dapat diadopsi secara luas dan memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha. (nas)

Tags: biomassaBRINEnergi SuryaProf Efrida BasriTeknologi Pengeringan Kayu

Berita Terkait.

Banjir Padang Rendam Ratusan Rumah, 672 Warga Mengungsi
Nasional

Banjir Padang Rendam Ratusan Rumah, 672 Warga Mengungsi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:00
MyClinic Resmi Hadir di Jakarta, Klinik Estetika Medis Asal Malaysia
Nasional

Wamendikdasmen: Digitalisasi PAUD Harus Tingkatkan Mutu Pembelajaran

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:45
KKP Dukung Koperasi di Bima hingga Sukses Produksi Garam Merah Putih
Nasional

KKP Dukung Koperasi di Bima hingga Sukses Produksi Garam Merah Putih

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:08
Sediakan Payung, Hujan Mendominasi Prakiraan Cuaca di Jakarta Libur Akhir Pekan Ini 
Nasional

Cegah Stunting dari Rumah, Wamen Isyana Dorong Akses Sanitasi Layak di Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:07
DPD RI Fokuskan 5 Agenda Pengawasan, Targetkan Rekomendasi Konkret
Nasional

DPD RI Fokuskan 5 Agenda Pengawasan, Targetkan Rekomendasi Konkret

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:30
Menag
Nasional

Menag: Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:21

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1055 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.