INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 672 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda tiga kecamatan dan enam kelurahan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Berton SP Panjaitan mencatat, banjir berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga (KK) atau 498 jiwa. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa dilaporkan mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
“Para pengungsi tersebar di tiga lokasi. Sebanyak 367 jiwa berada di tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga, 250 jiwa mengungsi di Musala Ar Ridwan Kampung Tangah, serta 55 jiwa berada di Warung Jembatan Guo,” ujar Berton dalam keterangan, Minggu (11/10/2026).
Dari sisi kerusakan, menurutnya, banjir menyebabkan satu rumah rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 rumah dilaporkan terdampak.
“Akses jalan di wilayah Kuranji, tepatnya di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, juga terputus sehingga menghambat mobilitas menuju kawasan terdampak,” katanya.
Ia mengatakan, BPBD Kota Padang bersama tim SAR gabungan dan instansi terkait terus melakukan kaji cepat, pendataan, serta evakuasi warga. Hingga laporan diterima, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa.
“Penanganan banjir melibatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas Padang, TNI/Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menyebut, bantuan kebutuhan dasar juga mulai disalurkan kepada warga terdampak dan pengungsi. Bank Nagari bersama Bagian Umum Pemerintah Kota Padang mendistribusikan 500 bungkus nasi, sedangkan BPBD Kota Padang menyalurkan 100 selimut.
Sementara itu, lanjut dia, Dinas Sosial Kota Padang menyalurkan 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga (family kit), 16 paket pakaian anak, serta 30 unit atau lembar kasur.
“Bantuan didistribusikan ke wilayah Koto Tangah dan Kuranji sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penyaluran masing-masing instansi,” ujarnya. (nas)

















