INDOPOSCO.ID — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan, digitalisasi pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus mampu meningkatkan kualitas pendidikan, bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas.
Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) perlu mendorong interaksi aktif antara guru, murid, dan teknologi sehingga menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
“Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut, yaitu pendidikan yang bermutu,” ujar Atip dalam keterangan, Minggu (11/10/2026).
Menurut Atip, pengembangan PAUD merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung percepatan wajib belajar 13 tahun. Program tersebut juga mencakup rehabilitasi sarana fisik, penanaman karakter dasar, pembiasaan etika sehari-hari, serta penerapan pola hidup bersih sejak usia dini.
Dia menilai, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai sejak jenjang PAUD melalui penyediaan fasilitas yang memadai dan penguatan kompetensi pendidik. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital perlu diimbangi dengan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Atip juga mengingatkan para pendidik agar mampu memfasilitasi rasa ingin tahu anak melalui kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Menurut dia, anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga perlu mendapatkan pendampingan dan ruang eksplorasi yang tepat.
“Kita tidak boleh memberikan ruang kosong atas keingintahuan anak-anak pada usia yang curiosity-nya itu sangat tinggi sekali,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Kurniawan mengatakan, peningkatan kapasitas pendidik menjadi salah satu aspek penting dalam program digitalisasi pembelajaran.
Hal ini, menurutnya, diperlukan agar perangkat yang disalurkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu proses belajar.
“Bimtek Digitalisasi Pembelajaran ini dirancang bukan hanya untuk memberikan pengetahuan mengenai perangkat, tetapi terutama untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang memadukan teknologi, pedagogi, dan tujuan pembelajaran,” jelas Kurniawan.
Dia menyebut, program Digitalisasi Pembelajaran PAUD 2026 dibangun melalui tiga pilar utama. Ketiganya meliputi penyediaan PID, penyediaan bahan ajar digital interaktif, serta peningkatan kapasitas pendidik melalui bimbingan teknis. (nas)

















