INDOPOSCO.ID — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah mengoptimalkan penanganan darurat banjir bandang yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat. Ia menegaskan keselamatan warga harus menjadi prioritas, disertai pemenuhan kebutuhan pengungsi dan kepastian pemulihan bagi masyarakat terdampak.
“Tentunya bencana banjir bandang di Kota Padang menjadi keprihatinan bersama. Pemerintah perlu mengoptimalkan penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Keselamatan warga yang utama,” kata Puan dikutip dari laman resmi DPR, Senin (12/10/2026).
Banjir bandang menerjang Kota Padang pada Sabtu (10/10/2026) setelah hujan deras mengguyur sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Tim SAR gabungan dilaporkan mengevakuasi lebih dari 50 warga yang terjebak banjir di kawasan Koto Tangah menggunakan perahu karet dan tali.
Puan mengapresiasi petugas dan relawan yang terlibat dalam proses penyelamatan warga. “Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas dan relawan yang membantu masyarakat saat terjebak banjir,” jelasnya.
Menurut Puan, penanganan bencana tidak boleh berhenti pada evakuasi. Pemerintah pusat dan daerah harus memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk tempat berlindung yang aman, fasilitas kesehatan, selimut, dan pakaian.
Ia juga meminta fasilitas pengungsian memperhatikan kebutuhan kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, serta warga dengan penyakit bawaan.
“Selain evakuasi, bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi harus menjadi perhatian. Pemerintah perlu memberikan kepastian perlindungan bagi warga yang terpaksa meninggalkan rumah,” tutur Puan.
Puan menilai kepastian perlindungan selama mengungsi penting agar masyarakat tidak kembali ke kawasan berisiko sebelum situasi benar-benar aman. Pemerintah juga perlu menjelaskan rencana penanganan dan memastikan keberlanjutan bantuan bagi warga terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir bandang berdampak pada tiga kecamatan dan enam kelurahan di Kota Padang. Lebih dari 600 jiwa mengungsi, sementara pendataan warga terdampak masih berlangsung. Kerusakan meliputi satu rumah rusak berat, empat rumah rusak sedang, dan sekitar 120 rumah terdampak banjir. Akses jalan di wilayah Kuranji juga terputus.
Puan mendorong Pemerintah melanjutkan bantuan hingga tahap pemulihan, termasuk memperbaiki rumah rusak dan memulihkan penghidupan keluarga yang kehilangan pendapatan akibat bencana.
“Peralihan dari penanganan darurat menuju pemulihan perlu disertai kejelasan tanggung jawab dan kelanjutan bantuan bagi warga yang masih menghadapi kesulitan,” terangnya.
Selain itu, Puan menekankan pentingnya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa, termasuk memperbaiki infrastruktur pengendali banjir dan tanggul jebol di daerah aliran sungai sekitar lokasi terdampak.
Puan menyatakan DPR melalui komisi terkait akan mengawal penanganan darurat hingga program penanggulangan pascabencana di Padang. Ia juga menyoroti perlunya peralatan memadai bagi tim SAR dan relawan untuk mendukung keselamatan petugas maupun warga.
“Kami berharap kerja bersama Pemerintah, DPR, petugas, relawan, dan masyarakat dapat membantu Padang melewati keadaan ini dengan lebih aman,” tutup Puan. (her)
















