INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menekankan agar koperasi bisa bergerak di sektor produksi, sektor distribusi, bahkan bisa masuk ke sektor industri dan keuangan.
Hal tersebut diungkapkan Ferry saat menghadiri Pekan Expo K-UMKM Dalam Rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kabupaten Luwu Timur, Jumat malam (9/10/2026).
“Bapak Presiden Prabowo berkomitmen untuk menghidupkan kembali koperasi di Indonesia. Beliau memberi amanat untuk segera mengejar ketinggalan badan usaha koperasi dengan badan usaha swasta dan badan usaha milik negara,” ujar Ferry.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, Para bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan, jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Luwu Timur, para pimpinan perangkat daerah, insan gerakan koperasi, pelaku usaha, serta seluruh peserta Pekan EXPO K-UMKM.
Ferry menambahkan bahwa di sektor produksi, diharapkan seluruh peternak, petani, nelayan itu harus memiliki koperasi. Dalam sejarahnya banyak sekali koperasi-koperasi petani, nelayan, peternak itu memiliki koperasi yang besar-besar. Kemudian, distribusi banyak sekali gudang-gudang lantai kering milik koperasi unit biasa tersebar di hampir seluruh kecamatan di Indonesia.
Kemudian, Ferry juga menekankan koperasi juga masuk ke sektor industri. Koperasi punya pabrik-pabrik, gabungan koperasi batik Indonesia memiliki banyak sekali pabrik-pabrik dan juga pabrik-pabrik garmen.
“Lalu, di keuangan, koperasi itu sesungguhnya adalah merupakan badan usaha yang bisa masuk ke sektor-sektor yang besar. Karena itu, disebutkan bahwa koperasi ini merupakan soko guru. Artinya, arus utama, mainstream dari perekonomian nasional,” jelas Ferry.
Karena itu, Ferry berharap koperasi bisa memberikan andil yang terbaiknya bagi perekonomian nasional dan diharapkan itu bisa menjadi mesin penggerak yang akan bisa mengefektifkan pertumbuhan ekonomi secara nasional.
Selain itu, Ferry juga membahas tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang didirikan oleh Presiden Prabowo. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki fungsi, di antaranya menyalurkan barang-barang subsidi dan barang-barang yang lain-lainnya. Barang-barang yang subsidi ini adalah pupuk, gas LPG 3 kg, kemudian beras, minyak goreng.
“Ini sudah diputuskan oleh Bapak Presiden, sudah keluar peraturan Presidennya, harus disalurkan langsung kepada KDKMP. Itu artinya masyarakat bisa mendapatkan harga barang-barang bersubsidi lebih murah, terjangkau, dan lebih tepat sasaran,” kata Ferry.
Kemudian fungsi selanjutnya, lanjut Ferry, KDKMP ini akan menjadi off-taker, seperti menyerap, menampung hasil produk masyarakat di desa-desa dan kelurahan. Contohnya, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, peternakan, perikanan, bahkan produk-produk UMKM.
“Bagaimana peran ibu-ibu PKK ikut bantu dari kegiatan fungsi off-taker ini. Karena melihat tadi contoh KDKMP di Desa Sorowako, peran ibu-ibu sangat besar untuk membantu, membimbing, membina para pelaku yang memproduksi produk-produk UMKM-nya,” tutur Ferry.
“Semoga Sulawesi Selatan ini bisa dijadikan pilot project kegiatan off-taker penyediaan alat mesin bagi kegiatan pasca panen, pasca produksi seluruh hasil produk masyarakat, desa-desa dan kelurahan se-Sulawesi Selatan,” sambungnya.
Ferry berharap setelah pengelolaannya itu dilakukan oleh koperasi diharapkan bisa menjadi penggerak perekonomian yang sangat efektif bagi Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya menggelar Pekan Expo Sulawesi Selatan di Makassar.
“Ini memang dedikasi kami untuk seluruh masyarakat. Sekaligus UMKM yang berjualan. Koperasi ini sudah mulai kelihatan telah menjadi tempat-tempat sentra untuk perdagangan dan UMKM kita hasil-hasil olahan desa,” ujar Andi.
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menambahkan bahwa dari laporan panitia Pekan Expo K-UMKM D menunjukkan besarnya semangat kebersamaan dan antusiasme dari masyarakat dalam kegiatan ini. Sejak pembukaan acara tersebut diikuti oleh 24 kabupaten/kota Sulawesi Selatan, 11 kecamatan di Kabupaten Luwu Tikur, serta mitra dunia usaha lainnya.
“Panitia juga menyelenggarakan seminar perkoperasian yang dihadiri 440 peserta dari gerakan koperasi se-Sulawesi Selatan,” tambah Irwan. (srv)

















