INDOPOSCO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf) terus berkomitmen memperkuat kapasitas pegiat ekonomi kreatif di daerah melalui program Aktivasi Creative Hub. Sebanyak 50 talenta kreatif di Provinsi Banten mendapatkan pembekalan intensif dalam kegiatan bertajuk Fasilitasi Akses Pendanaan dan Investasi bagi Pegiat Ekonomi Kreatif di KEK ETKI Banten, Jumat (9/10/2026).
Langkah strategis ini digelar untuk mendorong para pelaku usaha kreatif agar tidak hanya unggul dalam menciptakan produk, melainkan juga memiliki kesiapan bisnis yang matang untuk mengakses pendanaan serta investasi secara berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa keberadaan creative hub harus dapat berfungsi optimal sebagai penghubung antara kreativitas, inovasi, pasar, dan sumber pembiayaan bagi para pelaku ekraf.
“Creative Hub harus menjadi lebih dari sekadar ruang berkumpul. Kita ingin menghadirkan ekosistem yang mempertemukan talenta, gagasan, teknologi, industri, dan sumber pendanaan agar potensi kreatif dapat berkembang menjadi usaha yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah dan nasional,” ujar Teuku Riefky.
Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, Muhammad Ervin Ardani. Menurutnya, fasilitasi ini menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengatasi berbagai keterbatasan, khususnya terkait akses informasi, jejaring, dan permodalan.
“Pelaku ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk berkembang. Melalui kolaborasi dan fasilitasi akses pendanaan, kami berharap semakin banyak usaha kreatif yang mampu memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Tangerang Selatan,” jelas Ervin.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan dan Investasi KemenEkraf, Anggara Hayun Anujuprana, menekankan pentingnya kerapian tata kelola usaha dan penyusunan model bisnis yang layak. Ia menggarisbawahi bahwa pelaku ekraf harus mampu melakukan pencatatan keuangan secara tertib serta menyajikan pitch deck yang memikat calon investor.
Dalam kegiatan yang menghadirkan narasumber dari BNI Ventures dan Vokasi Universitas Indonesia ini, para peserta dibekali materi strategi perolehan investasi, validasi pasar, valuasi bisnis, hingga penajaman value proposition.
Head of Public Affairs Sinar Mas Land untuk KEK ETKI Banten, Boy Arno Muhamad, turut menyambut positif sinergi heksaheliks antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media tersebut. Ia menilai KEK ETKI Banten siap menjadi wadah integrasi pendidikan, teknologi, dan kewirausahaan untuk mencetak wirausaha kreatif yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (ney)

















