INDOPOSCO.ID — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka peluang agar program beasiswa luar negeri Pemprov DKI Jakarta, yang akan dikembangkan mulai 2027 dengan skema LPDP Jakarta, terhubung dengan universitas terkemuka di Seoul atau Korea Selatan.
Program itu disiapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026 tentang Bantuan Biaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Pada tahap awal, Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp99,9 miliar untuk 100 mahasiswa, terdiri atas 70 penerima jenjang magister dan 30 penerima jenjang doktor.
“Kami akan dengan senang hati menjajaki peluang untuk menghubungkan program ini dengan universitas-universitas terkemuka di Seoul,” kata Rano saat bertemu Wakil Wali Kota Seoul Jeong Sang-hun di Seoul, dikutip Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, belajar di Korea Selatan bukan semata-mata untuk gelar akademik. Mahasiswa Jakarta diharapkan melihat langsung bagaimana teknologi, inovasi, industri kreatif, dan kebudayaan dikembangkan dalam satu ekosistem.
Semangat utama kunjungan adalah belajar dan bertukar pengalaman. Jakarta tertarik pada cara Seoul menata kota tanpa meninggalkan kebudayaan, termasuk pengembangan Seongsu-dong sebagai kawasan kreatif yang mempertemukan komunitas, anak muda, seniman, pelaku usaha, dan industri kreatif.
Seoul juga menjadi rujukan dalam menghidupkan ruang publik sepanjang hari, dari taman hingga aktivitas budaya dan kuliner.
“Kami tertarik untuk belajar dari pengalaman Seoul dalam pembangunan dan perancangan kota. Seiring transformasi Jakarta menjadi kota global, kami melihat peluang pertukaran pengetahuan mengenai ruang publik, desain perkotaan, dan upaya menciptakan kota yang lebih layak huni,” kata Wagub Rano.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan, pertemuan itu mengisi hubungan yang sudah berjalan puluhan tahun dengan langkah yang lebih konkret.
“Yang ingin kita perkuat bukan hanya kerja sama antarpemerintah, tetapi juga jembatan bagi anak-anak Jakarta untuk belajar, bagi pelaku kreatif untuk berkolaborasi, dan bagi kedua kota untuk saling belajar membangun kota yang lebih layak huni,” ujar Chico Hakim. (dan)

















