INDOPOSCO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim puluhan kasus kebakaran di Ibu Kota berhasil dicegah oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Namun, ia tidak merinci rentang waktu pencegahan tersebut.
“Yang pertama, berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada kalau enggak salah 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah,” kata Pramono di Jakarta dikutip Rabu (7/10/2026).
Pencegahan kebakaran itu dilakukan karena adanya peran dari masyarakat yang tanggap dalam melaporkan potensi bahaya listrik dan potensi titik api di sekitar tempat tinggalnya.
“Begitu di awal, masyarakat sudah memberitahu kepada dinas kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti yang saya sebutkan, yaitu Tambora, Cakung, dan sebagainya,” ujar Pramono
Menurutnya, Jakarta relatif telah memiliki sistem dan skema penanganan yang matang dalam menghadapi bencana, terutama kebakaran.
“Jadi Jakarta ini dalam hal penanggulangan kebencanaan terutama yang berkaitan dengan kebakaran relatif sudah terdesain secara baik,” tutur mantan Seskab era Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.
Ia menambahkan program penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap Rukun Warga (RW) di Jakarta telah berjalan, walaupun ia perlu memastikan kembali apakah alat penanggulangan kebakaran tersebut masih berfungsi dengan baik.
Berdasarkan data dari Pemprov DKI Jakarta dan Dinas Gulkarmat, tercatat sebanyak 1.009 kasus kebakaran terjadi di lima wilayah kota administrasi Jakarta selama musim kemarau periode April hingga September 2026.
Kebakaran paling banyak disebabkan oleh korsleting listrik (460 kejadian atau 45,59 persen), diikuti oleh pembakaran sampah (197 kejadian atau 19,52 persen). Jakarta Barat tercatat sebagai wilayah dengan kejadian kebakaran paling tinggi dalam beberapa periode pengamatan musim kemarau ini. (dan)

















