INDOPOSCO.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendampingan berkelanjutan bagi Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Langkah ini tidak hanya berfokus pada tumbuh kembang anak, tetapi juga menjawab pemenuhan kebutuhan dasar keluarga secara menyeluruh melalui kolaborasi strategis dengan berbagai pihak.
”Intinya adalah menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi,” tegas Menteri Wihaji saat meninjau langsung kondisi dua keluarga berisiko stunting di Kabupaten Bandung Barat, Rabu (30/09/2026).
Dalam kunjungan tersebut, terungkap fakta memprihatinkan mengenai keterbatasan kebutuhan dasar yang dihadapi kedua keluarga tersebut. Salah satu keluarga bahkan memiliki sembilan anak dan tinggal bersama 13 anggota keluarga dalam satu rumah yang sangat tidak layak. Akses menuju hunian mereka pun masih berupa jalan tanah terjal, ditambah keterbatasan air bersih dan sanitasi.
Kondisi serupa dialami keluarga kedua yang memiliki lima anak. Mereka juga belum memiliki akses air bersih serta jamban yang layak, yang merupakan faktor krusial dalam pencegahan stunting pada anak-anak.
Merespons cepat situasi tersebut, Kemendukbangga/BKKBN berkolaborasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk memberikan dukungan nyata. Bantuan berupa pembangunan rumah layak huni senilai Rp50 juta diberikan langsung kepada kedua keluarga agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang sehat dan layak.
Selain bantuan hunian, diberikan pula dukungan berupa 10 ekor ayam hidup untuk pemenuhan kebutuhan telur secara mandiri, serta bantuan sembako guna menyokong kecukupan nutrisi keluarga sehari-hari.
Menteri Wihaji menjelaskan, persoalan yang dihadapi kedua keluarga ini merupakan gambaran nyata pentingnya pendampingan yang menyentuh langsung akar kehidupan keluarga. Berdasarkan Pendataan Keluarga (PK) 2025, tercatat sekitar 8,6 juta keluarga berisiko stunting di Indonesia yang memerlukan perhatian serius.
Untuk memperluas jangkauan dukungan, pemerintah mendorong Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dengan melibatkan lintas sektor. “Tidak bisa sendirian, kita juga kerja sama dengan stakeholder terkait termasuk BRI dan ada juga orang tua asuh yang lain,” ujar Menteri Wihaji.
Ia memastikan, intervensi tidak akan berhenti pada pembangunan fisik rumah semata.
Perhatian selanjutnya akan diarahkan pada masa depan pendidikan anak-anak dan keberlanjutan pemenuhan nutrisi mereka.
“Walaupun MBG (Makanan Bergizi Gratis) belum sampai sini, nanti kita tetap akan turun tangan, kita punya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Yang bentuknya nanti nutrisi. Insya Allah kita bantuin,” pungkas Menteri Wihaji. (ney)















